BANJARMASIN — Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan operasi pencarian dan pertolongan kini memasuki tahap yang semakin kompleks. Pihaknya telah mengevaluasi capaian operasi dan menyusun ulang strategi pencarian berdasarkan perkembangan temuan di lapangan.
Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan empat hal utama, mulai dari perkembangan jumlah korban hingga risiko keselamatan personel penyelam. Hasil evaluasi itu menjadi dasar penentuan metode pencarian berikutnya.
55 Korban Belum Ditemukan dari 243 Orang di Manifes
Dari 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal, 188 korban telah berhasil dievakuasi tim SAR gabungan. Sebanyak 108 orang di antaranya ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 80 lainnya meninggal dunia.
“Masih ada 55 korban yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8,” kata Syafii di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (3/10/2026) malam.
Syafii menegaskan fokus operasi saat ini bukan lagi pada jumlah kekuatan yang dikerahkan. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana tim dapat melakukan penilaian ulang terhadap 55 korban yang masih dalam pencarian.
“Fokus operasi pada saat ini bukan lagi pada jumlah kekuatan yang dikerahkan, tetapi bagaimana dapat melakukan reassessment terhadap 55 korban yang masih dalam pencarian,” ujarnya.
Area Pencarian Meluas ke Jalur Hanyut dan Kawasan Pesisir
Pencarian diarahkan ke sejumlah lokasi yang dinilai masih berpotensi menjadi tempat ditemukannya korban. Area tersebut meliputi lokasi kejadian, kemungkinan jalur hanyut korban, wilayah permukaan laut, hingga kawasan pesisir.
Kompleksitas pencarian meningkat seiring meluasnya area operasi. Metode pencarian pun harus terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan hasil evaluasi terbaru.
“Perkembangan saat ini menunjukkan bahwa operasi telah memasuki tahap yang semakin kompleks karena area pencarian semakin luas. Dan metode pencarian harus disesuaikan dengan kondisi tim di lapangan,” ujar Syafii.
Kronologi Kecelakaan di Laut Jawa
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi di Laut Jawa pada Minggu (13/9). Lokasi awal kejadian berada di koordinat 4°31’ Lintang Selatan dan 114°2’ Bujur Timur, atau sekitar 81 mil laut dari Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Hingga hari ke-21, Basarnas memastikan operasi pencarian masih terus dilakukan. Strategi akan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan temuan dan kondisi wilayah pencarian.