BANJARMASIN — Uji Kompetensi Wartawan Angkatan XXIII yang digelar PWI Kalimantan Selatan resmi menutup 29 peserta dengan status kompeten. Dari 30 peserta yang terdaftar, satu orang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan.
Pelaksanaan UKW berlangsung lancar selama dua hari, 1-2 Oktober 2026, terbagi dalam lima kelas yang mencakup jenjang muda, madya, dan utama. Komposisi peserta yang mengikuti ujian terdiri dari 11 peserta UKW Muda, 12 UKW Madya, dan 6 UKW Utama.
Satu Peserta Absen karena Sakit
Sekretaris PWI Kalsel Toto Fachrudin menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti ujian tidak sesuai dengan pendaftaran awal. "Satu peserta tidak dapat mengikuti ujian karena sakit, sehingga peserta yang mengikuti UKW sebanyak 29 peserta dan seluruhnya dinyatakan telah kompeten," tuturnya.
Seluruh peserta yang mengikuti ujian dinyatakan lulus tanpa catatan khusus dari tim penguji. Hasil itu dibacakan pada sesi penutupan di G'Sign Hotel Banjarmasin.
Penguji Tekankan Jurnalisme Investigasi dan Perang Lawan Hoaks
Penguji UKW Utama Fathurrahman berharap peserta yang kompeten mampu melahirkan karya jurnalistik berkualitas dan mendalam. Menurutnya, status kompeten baru merupakan fondasi awal yang perlu dilanjutkan dengan penguatan karya investigasi.
"Ini sangat penting di tengah fenomena kembalinya masyarakat di beberapa negara Eropa ke media arus utama (mainstream) akibat jenuh terhadap maraknya hoax di media social," tandasnya.
Fathurrahman merupakan eks Ketua PWI Kalsel. Ia menilai kompetensi wartawan berdampak langsung pada kepercayaan publik terhadap media.
Dukungan Bank Indonesia dan Pemda
Pengurus PWI Kalsel bersama seluruh peserta menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Bank Indonesia Perwakilan Kalsel. Dukungan tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan UKW angkatan kali ini.
PWI Kalsel belum menyebut jadwal UKW angkatan berikutnya. Peserta yang telah dinyatakan kompeten diharapkan memperkuat liputan investigasi di daerah masing-masing.