TANJUNG — Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Tabalong, Suwandi, menyebut bantuan diberikan dalam bentuk ayam dewasa yang sudah siap bertelur. Para peternak penerima juga mendapat dukungan pakan ternak untuk kebutuhan dua bulan ke depan.
"Para peternak dibantu ayam ras petelur yang dewasa dan siap bertelur untuk mengatasi kekurangan telur di Tabalong," kata Suwandi, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Suwandi, pasokan pakan selama dua bulan itu dipastikan mengantar ayam mencapai puncak produksi telur. Skema ini dipilih agar peternak tidak perlu menunggu masa pertumbuhan sebelum panen pertama.
Kebutuhan 45 Juta Butir, Produksi Lokal Baru 7 Juta
Kesenjangan pasokan telur di Tabalong terbilang lebar. Kebutuhan warga mencapai 45 juta butir per tahun, sementara peternak lokal hanya memproduksi 7 juta butir per tahun.
Selisih sekitar 38 juta butir itulah yang selama ini ditutup dari pasokan luar daerah. Program Pasti Mas dirancang memangkas ketergantungan tersebut secara bertahap.
DKPP memprediksi 1.500 ayam yang diserahkan kepada delapan peternak mampu memproduksi 1.200 butir atau 75 kilogram telur per hari. Angka itu setara sekitar 438 ribu butir per tahun bila produksi berjalan stabil.
Empat Peternak di Pugaan dan Banua Lawas Jadi Penerima
Empat peternak penerima bantuan tersebar di empat desa. Masing-masing berada di Desa Pampanan, Desa Halangan, Kecamatan Pugaan, lalu Desa Bangkiling dan Desa Banua Lawas di Kecamatan Banua Lawas.
Keempatnya masuk dalam skema kluster terintegrasi masyarakat, yaitu pola pengembangan peternakan yang menghubungkan peternak dalam satu kawasan produksi. Dengan pola ini, pendampingan dan distribusi pakan bisa dilakukan lebih terkendali.
DPRD Sebut Populasi Ayam Petelur Kunci Kemandirian Pangan
Ketua DPRD Kabupaten Tabalong, Riza Fahlipi, menilai penambahan populasi ayam petelur sebagai langkah memperkuat kemandirian pangan daerah. Menurutnya, sektor ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga yang selama ini beternak skala kecil.
"Harapan kita kebutuhan telur masyarakat tercukupi dari produksi daerah sendiri sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar dapat dikurangi," ujar Riza Fahlipi.
Riza menyebut pengembangan ayam petelur turut mendukung percepatan penurunan stunting. Alasannya, telur merupakan sumber protein hewani yang harganya relatif terjangkau bagi keluarga di pedesaan.
Dari sisi harga, tambahan pasokan lokal dinilai bisa menjaga stabilitas pangan dan mengendalikan inflasi daerah. Selama ini fluktuasi harga telur di Tabalong sangat bergantung pada kelancaran pasokan dari luar Kalimantan Selatan.
DKPP belum memerinci jadwal penyerahan ayam tahap berikutnya. Namun pola kluster yang dipakai pada empat peternak pertama akan menjadi acuan perluasan program bila produksi telur lokal menunjukkan kenaikan.