Pencarian

BKOW Kalsel Bekali 40 Calon Pengantin dan Kader Posyandu di Banjarmasin untuk Cegah Stunting Sejak Sebelum Menikah

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 12:17:01 WIB
BKOW Kalsel Bekali 40 Calon Pengantin dan Kader Posyandu di Banjarmasin untuk Cegah Stunting Sejak Sebelum Menikah
Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi, membuka kegiatan edukasi pencegahan stunting bagi calon pengantin dan kader posyandu di Banjarmasin, Jumat (28/8/2026).

BANJARMASIN — Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi, menyebut calon pengantin adalah titik awal penentu kualitas generasi mendatang. Menurutnya, kesehatan calon ibu dan ayah sebelum menikah akan menentukan kesehatan janin hingga anak lahir dan tumbuh di 1.000 hari pertama kehidupannya.

"Pencegahan stunting tidak dimulai sejak anak lahir, melainkan sejak sebelum menikah dan sebelum hamil. Bila calon pengantin sehat, kehamilan akan sehat dan anak pun lahir sehat," ujar Ellyana saat membuka kegiatan di Ruang Sasangga Banua, Eks Kantor Gubernur Kalsel, Jumat (28/8/2026).

Angka Stunting di Kalsel: 1 dari 4 Anak Berisiko

Ellyana memaparkan data yang menjadi perhatian serius, yakni di Kalimantan Selatan, satu dari empat anak masih berisiko mengalami stunting. Ia menegaskan kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh faktor kemiskinan, melainkan juga kurangnya pemahaman orang tua mengenai pemenuhan gizi.

"Mulai dari calon bapak dan calon ibu, harus mengerti bahwa stunting bukan hanya soal badan yang pendek, tapi anak yang sulit untuk belajar, mudah sakit, dan kehilangan masa depannya. Ini bisa kita cegah dimulai dari sekarang," pesannya di hadapan peserta.

Strategi Penanganan Harus Sesuai Karakteristik Wilayah

Dalam kesempatan itu, Ellyana juga menyoroti disparitas angka prevalensi stunting di setiap kabupaten dan kota. Ia menilai metode penanganan yang seragam tidak akan efektif, sehingga perlu pendekatan khusus sesuai kondisi masing-masing daerah.

"Tiga wilayah tertinggi perlu diprioritaskan, dan tiga wilayah terendah dapat menjadi rujukan pembelajaran. Di sinilah anggota organisasi wanita di setiap kabupaten/kota bisa membantu untuk menurunkannya," jelasnya.

Upaya ini, lanjut dia, membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Kantor Urusan Agama, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Tim Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting, hingga Pemerintah Desa.

BPOM Tekankan Keamanan Pangan sebagai Kunci Pencegahan

Kepala BPOM Provinsi Kalsel, Ary Yustantiningsih, menambahkan bahwa stunting bukan sekadar soal tinggi badan anak. Kondisi ini merupakan indikator permasalahan gizi dan tumbuh kembang yang berdampak pada kesehatan, kemampuan belajar, hingga produktivitas sumber daya manusia di masa depan.

"Pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan harus dilakukan sedini mungkin, bahkan sebelum kehamilan, selama kehamilan hingga periode awal kehidupan anak," tuturnya.

Ary menegaskan bahwa makanan bergizi harus dipastikan aman dari cemaran maupun benda asing. Menjaga keamanan pangan merupakan bagian penting dari upaya mencegah stunting dan membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Harapan Setelah Edukasi: Catin Pulang dengan Komitmen

Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel ini diharapkan mampu membekali peserta dengan pemahaman praktis. Ellyana berharap para calon pengantin yang hadir dapat membawa komitmen kuat untuk membangun keluarga sehat.

"Saya berharap semua calon pengantin pulang dengan komitmen untuk menjadi orang tua yang hebat, dan peduli dengan kesehatan keluarga dengan selalu memeriksakan kesehatan selama kehamilan dan rutin ke Posyandu untuk memastikan tumbuh kembang anak," pungkas Ellyana.

Follow www.halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: klikkalsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks