BANJARMASIN — PAM Bandarmasih mengkonfirmasi penurunan pasokan air bersih di Kecamatan Banjarmasin Timur dan Selatan. Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menyebut kemarau tahun ini di luar prediksi karena biasanya Irigasi Riam Kanan masih bisa diandalkan.
Debit Air Baku Menyusut, Produksi Jauh dari Target
Zulbadi mengatakan, target aman produksi air bersih adalah 5.800 meter kubik per jam. Namun, pihaknya baru mampu mengumpulkan separuh dari target tersebut.
“Sudah mulai ada mengalami kenaikan, meski belum mencapai target yang diharapkan,” ucap Zulbadi dalam keterangannya akhir pekan lalu.
Meski kuantitas menurun, ia menegaskan kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan tetap dalam kondisi layak dikonsumsi.
Langkah Darurat: Alihkan Sumber Air Baku ke Sungai Tabuk
Untuk mengantisipasi krisis yang lebih parah, PAM Bandarmasih mengalihkan pengambilan air baku ke Intake Sungai Tabuk. Zulbadi juga meninjau langsung kondisi IPA (Instalasi Pengolahan Air) II Pramuka untuk memastikan distribusi tetap berjalan.
Ancaman lain yang kini menjadi perhatian adalah kemungkinan melonjaknya kadar garam pada air baku akibat intrusi air laut. Jika kondisi ini terjadi, pasokan air bersih ke pelanggan bisa kembali terganggu.