Pencarian

Target B50 Terancam Impor Metanol, Pemerintah Bangun Dua Pabrik Baru di Jawa dan Kalimantan

Minggu, 12 Juli 2026 • 12:51:01 WIB
Target B50 Terancam Impor Metanol, Pemerintah Bangun Dua Pabrik Baru di Jawa dan Kalimantan
Pembangunan dua pabrik metanol di Jawa Timur dan Kalimantan Timur bertujuan mendukung program B50.

KALIMANTAN SELATAN — Program campuran solar dengan biodiesel 50 persen atau B50 yang digadang-gadang mampu menghentikan impor solar, ternyata menyisakan pekerjaan rumah besar. Bahan baku utama biodiesel, yakni metanol, masih harus didatangkan dari luar negeri karena produksi dalam negeri belum mencukupi.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiyani Dewi, mengungkapkan kebutuhan metanol untuk menopang program B50 mencapai 2,5 juta ton per tahun. "Sementara produksi domestik baru sekitar 600 ribuan ton, sehingga kita masih harus impor. Ini yang harus dibuat di dalam negeri," ujarnya di sela peresmian B50 di rest area KM 57 Karawang, Kamis (9/7).

Dua Pabrik Baru, Bahan Baku Berbeda

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pembangunan fasilitas produksi metanol sudah di depan mata. Dua lokasi telah ditetapkan dengan sumber bahan baku yang berbeda. "Ada dua yang kita bangun, satu di Bojonegoro, Jawa Timur, bahan bakunya gas. Yang kedua di Kalimantan Timur, bahan bakunya batubara," ungkap Bahlil.

Pabrik di Bojonegoro direncanakan mulai dibangun bulan Juli ini. Sementara pabrik di Kalimantan Timur akan memanfaatkan proses gasifikasi batubara berkalori rendah. Proses ini menghasilkan syngas yang kemudian diolah menjadi metanol.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan B50

Di balik tantangan impor metanol, manfaat program B50 sangat signifikan. Dari sisi penghematan devisa, pemerintah memperkirakan angka Rp170 triliun bisa diamankan, lebih tinggi dari B40 yang mencapai Rp133,3 triliun. Nilai tambah industri crude palm oil (CPO) juga diproyeksikan naik menjadi Rp23,49 triliun.

Dari sisi ketenagakerjaan, B50 diperkirakan menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, meningkat 300 ribu orang dari program sebelumnya. Konsumsi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) pun melonjak menjadi 16,7–18 juta kiloliter, dengan kebutuhan CPO mencapai 15,2–16,3 juta ton.

Tak hanya ekonomi, aspek lingkungan juga diuntungkan. Implementasi B50 diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon dioksida hingga 44,46 juta ton, naik signifikan dari pengurangan emisi B40 sebesar 39,66 juta ton.

Proses produksi biodiesel sendiri diawali dari tandan buah segar kelapa sawit yang diolah menjadi CPO, kemudian dimurnikan dan direaksikan dengan metanol untuk menghasilkan FAME. Tanpa pasokan metanol yang cukup dari dalam negeri, rantai produksi ini masih bergantung pada impor.

Pemerintah optimistis dengan dibangunnya dua pabrik baru, ketergantungan impor metanol bisa ditekan secara bertahap, sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks