Pencarian

Dosen UIN Antasari Banjarmasin Raih IPK 4,00 di S3 Universitas Negeri Malang, Angkat Riset Fisika Budaya Banjar

Kamis, 09 Juli 2026 • 15:36:31 WIB
Dosen UIN Antasari Banjarmasin Raih IPK 4,00 di S3 Universitas Negeri Malang, Angkat Riset Fisika Budaya Banjar
Dr. Lutfiyanti Fitriah raih IPK 4,00 di program doktor Universitas Negeri Malang dengan riset fisika budaya Banjar.

BANJARMASIN — Dr. Lutfiyanti Fitriah, M.Pd membuktikan bahwa riset tentang kearifan lokal bisa berbuah prestasi akademik tertinggi. Dosen yang sehari-hari mengajar di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin ini menyelesaikan program doktornya di Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00.

Disertasi yang ia pertahankan berjudul "Pembelajaran Team Based Project Bermuatan Kearifan Lokal untuk Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Keterampilan Pengambilan Keputusan Mahasiswa pada Materi Mekanika". Riset ini berangkat dari ketertarikannya pada etnopedagogi — pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan budaya lokal ke dalam proses belajar-mengajar.

Mengapa Fisika dan Budaya Banjar Disatukan?

Menurut Dr. Lutfiyanti, budaya Banjar tidak hanya kaya akan nilai-nilai luhur, tetapi juga menyimpan konsep-konsep fisika yang selama ini jarang terekspos. Ia meneliti secara spesifik elemen kearifan lokal Kalimantan Selatan yang mengandung prinsip mekanika, lalu merancang model pembelajaran yang tepat untuk mengajarkannya kepada mahasiswa di perguruan tinggi.

"Dengan mengangkat tema penelitian tersebut, saya ingin memperkenalkan budaya Banjar dan membangun rasa bangga terhadap budaya daerah," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Banjarmasin.

Ia menambahkan, relevansi antara fisika dan kearifan lokal yang dituangkan dalam model pembelajaran ini diharapkan bisa membuat mata kuliah fisika terasa lebih menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa.

Membangun Rasa Kepemilikan terhadap Sains

Lebih dari sekadar nilai akademik, penelitian Dr. Lutfiyanti menyasar persoalan mendasar dalam pendidikan sains di Indonesia: rasa memiliki (sense of belonging) terhadap ilmu pengetahuan. Banyak mahasiswa menganggap fisika sebagai ilmu milik peradaban Barat yang abstrak dan sulit dipahami.

"Sains tidak hanya dimiliki oleh orang-orang Barat, sains juga dimiliki oleh masyarakat Banjar," tegasnya.

Ia berharap riset ini menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk lebih menyukai sains sekaligus bangga terhadap budaya daerahnya sendiri. Model pembelajaran Team Based Project yang ia kembangkan mengajak mahasiswa memecahkan masalah fisika melalui proyek-proyek yang bersumber dari tradisi dan kebudayaan lokal Banjar.

Jejak Pendidikan Sang Dosen

Dr. Lutfiyanti Fitriah, M.Pd merupakan lulusan SMAN 7 Banjarmasin. Ia menempuh pendidikan S1 Pendidikan Fisika di FKIP Universitas Lambung Mangkurat, lalu melanjutkan S2 dan S3 di bidang yang sama di Universitas Negeri Malang. Disertasinya dibimbing oleh tiga promotor: Prof. Dr. Lia Yuliati, M.Pd., Prof. Dr. Parno, M.Si., CRA., dan Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si.

Selain mengajar, ia juga menjabat sebagai Ketua Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin. Keberhasilannya meraih IPK sempurna sekaligus wisudawan terbaik menjadi bukti bahwa riset berbasis kearifan lokal memiliki tempat di panggung akademik nasional.

Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks