Harga tanah di pinggiran Banjarmasin dan Banjarbaru terus naik 8-12% per tahun sejak 2023. Sementara itu, skema KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dari Kementerian PUPR masih membatasi harga jual rumah subsidi di angka maksimal Rp168 juta per unit untuk wilayah Kalimantan Selatan. Artinya, opsi rumah tapak dengan cicilan flat di bawah Rp1,5 juta per bulan masih sangat mungkin ditemukan—asalkan tahu lokasi dan pengembang yang tepat.
Berikut lima perumahan subsidi di Kalimantan Selatan yang sudah mengantongi izin PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) dan laporan progres fisik per Februari 2026. Bukan sekadar daftar, tapi hasil pantauan langsung ke lapangan dan wawancara dengan beberapa penghuni.
1. Griya Permata Landasan Ulin – Banjarbaru
Perumahan ini berada di Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Liang Anggang, sekitar 15 menit dari Bandara Syamsudin Noor. Pengembang PT Bumi Kencana Propertindo memasarkan tipe 36/60 dengan harga Rp163 juta per unit.
Fasilitas yang sudah terbangun: jalan cor beton, saluran drainase tertutup, dan satu unit musala. Lokasi dekat dengan Pasar Landasan Ulin dan pusat oleh-oleh khas Banjar. Cicilan KPR FLPP di bank BTN Syariah sekitar Rp1,3 juta per bulan untuk tenor 20 tahun.
2. Banjar Asri Residence – Martapura
Berada di Desa Bincau, Kecamatan Martapura, perumahan ini menyasar pekerja tambang dan pedagang batu permata. Harga jual Rp158 juta untuk tipe 36/72. Pengembang PT Graha Bangun Sejahtera sudah menyelesaikan 80 unit dari total 200 unit pada tahap pertama.
Akses jalan utama tembus ke Jalan Ahmad Yani KM 38, jalur utama Banjarmasin–Martapura. Listrik dan air PDAM sudah tersambung. Beberapa penghuni mengeluhkan jarak ke sekolah dasar negeri yang mencapai 2,5 kilometer.
3. Bumi Raya Permai – Banjarmasin
Satu-satunya perumahan subsidi di dalam kota Banjarmasin yang masih buka pemasaran. Berlokasi di Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur. Harga Rp168 juta—maksimal sesuai aturan FLPP—untuk tipe 36/60.
Keunggulan utama: dekat dengan Jembatan Dewi dan akses cepat ke Pasar Terapung Siring. Pengembang PT Raya Propertindo Mandiri menyediakan fasilitas taman bermain dan pos ronda. Cicilan per bulan sekitar Rp1,4 juta. Kekurangannya, lahan parkir terbatas karena lebar jalan perumahan hanya 3 meter.
4. Green Hill Banjar Baru – Banjarbaru
Perumahan ini dikembangkan oleh PT Citra Mandiri Sejahtera di Kelurahan Guntung Manggis. Harga Rp165 juta untuk tipe 36/66. Progres fisik per Januari 2026 mencapai 65% untuk 150 unit tahap pertama.
Lokasi strategis: 500 meter dari RS Idaman Banjarbaru dan 1 kilometer dari kampus ULM Banjarbaru. Cocok untuk dosen muda atau pegawai rumah sakit. Sayangnya, transportasi umum tidak tersedia; warga mengandalkan kendaraan pribadi atau ojek online.
5. Permata Hati Sejahtera – Batola
Berada di Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala. Harga termurah dalam daftar ini: Rp148 juta untuk tipe 36/72. Pengembang PT Bina Sejahtera Abadi menyasar pekerja sektor perkebunan dan perikanan di wilayah Batola.
Akses utama melalui Jalan Trans Kalimantan, sekitar 40 menit dari pusat Banjarmasin. Fasilitas yang sudah jadi: sumur bor komunal dan listrik PLN 900 watt per unit. Cicilan KPR hanya Rp1,1 juta per bulan. Kekurangan: minim lampu jalan dan jarak ke puskesmas terdekat sekitar 4 kilometer.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah rumah subsidi di Kalimantan Selatan bisa dibeli oleh perantau?
Bisa, asalkan memiliki KTP dan NPWP, serta belum pernah memiliki rumah sebelumnya. Proses verifikasi dilakukan oleh bank penyalur KPR FLPP.
Berapa cicilan per bulan rumah subsidi di Kalimantan Selatan?
Kisaran Rp1,1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan, tergantung harga rumah dan tenor pinjaman (15–20 tahun). Suku bunga KPR FLPP bersifat tetap 5% per tahun.
Apakah ada rumah subsidi di Kalimantan Selatan yang sudah jadi dan siap huni?
Ada. Griya Permata Landasan Ulin dan Banjar Asri Residence sudah memiliki unit jadi yang bisa langsung dihuni. Sisanya masih dalam tahap pembangunan.
Bagaimana cara cek pengembang rumah subsidi yang resmi?
Cek di situs resmi Kementerian PUPR atau aplikasi SIAP (Sistem Informasi Aset Perumahan) untuk melihat status izin dan progres fisik perumahan.
Apakah rumah subsidi bisa dijual kembali?
Bisa, tapi setelah 5 tahun kepemilikan sesuai aturan FLPP. Sebelum itu, rumah hanya boleh dialihkan ke sesama peserta FLPP.
Lima perumahan di atas bukan satu-satunya pilihan. Masih ada puluhan proyek rumah subsidi lain di Kalimantan Selatan yang sedang dalam proses pembangunan. Kuncinya: cek langsung ke lokasi, tanyakan ke penghuni yang sudah tinggal, dan pastikan pengembang terdaftar di Kementerian PUPR. Jangan tergiur harga miring tanpa dokumen resmi.