Pencarian

Pemprov Kalsel Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga 31 Oktober 2026, Tiga Kabupaten Lebih Dulu Siaga

Senin, 06 Juli 2026 • 23:44:46 WIB
Pemprov Kalsel Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga 31 Oktober 2026, Tiga Kabupaten Lebih Dulu Siaga
Gubernur Kalsel tetapkan status siaga darurat karhutla hingga 31 Oktober 2026.

BANJARMASIN — Status siaga darurat karhutla di Kalimantan Selatan diproyeksikan berlangsung hingga akhir Oktober 2026. Penetapan ini merupakan respons atas ditemukannya sejumlah hotspot dengan intensitas tinggi di beberapa wilayah, meskipun pemerintah daerah menyatakan kondisi provinsi secara umum masih relatif aman.

Gubernur Kalimantan Selatan mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, titik api terbanyak terdeteksi di Kabupaten Tapin dan Balangan. Namun, sebagian besar merupakan titik api di kawasan pertambangan batu bara yang dinilai tidak membahayakan permukiman.

Dua Titik Api Dekat Permukiman Terpantau di Binuang dan Tapin Utara

“Beberapa hotspot yang tinggi berada di Tapin dan Balangan. Namun, titik api yang banyak itu merupakan titik api batu bara sehingga tidak membahayakan. Titik api di lahan dekat permukiman ada dua, yaitu di Binuang dan Tapin Utara,” ujar Gubernur.

Pemerintah telah menginstruksikan BPBD bersama tim terkait untuk mengecek kondisi lahan gambut di sejumlah titik. Langkah ini untuk menentukan apakah lahan gambut masih basah atau sudah mulai mengering, yang akan menjadi pertimbangan pengajuan operasi modifikasi cuaca.

“Tadi kami memerintahkan BPBD dan tim untuk melihat kondisi tanah gambut, apakah masih basah atau sudah kering. Kalau sudah kering, perlu meminta operasi modifikasi cuaca kepada BNPB,” katanya.

Status Siaga vs Tanggap Darurat: Perbedaan Dasar Pengajuan Bantuan

Gubernur menjelaskan, status siaga darurat memberikan dasar bagi pemerintah daerah untuk mengajukan bantuan ke pemerintah pusat. Sementara itu, status tanggap darurat baru akan ditetapkan apabila kondisi di lapangan benar-benar darurat, yang diperkirakan terjadi pada Agustus atau September mendatang.

“Hari ini kami sudah membuat surat siaga. Sebenarnya, dengan status siaga ini kami sudah bisa meminta bantuan. Kalau status tanggap darurat diberlakukan ketika memang sudah terjadi kondisi darurat sehingga bisa menggunakan anggaran APBD,” jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan secara umum kondisi di Kalsel masih relatif aman. Meski demikian, beberapa wilayah mulai mengalami penurunan tinggi muka air yang cukup signifikan.

Wilayah Rawan: Bati-Bati dan Liang Anggang Alami Penurunan Muka Air Signifikan

“Tinggi muka air masih relatif ada. Memang untuk areal prioritas atau ring satu yang agak rawan berada di wilayah selatan, yakni Bati-Bati dan Liang Anggang. Di wilayah tersebut terjadi penurunan muka air yang cukup signifikan. Sedangkan daerah utara seperti Sungai Tabuk dan Landasan Ulin relatif masih aman,” ujar Ronny.

Apel kesiapsiagaan telah digelar untuk memastikan seluruh personel dan peralatan siap digunakan sewaktu-waktu. Hingga saat ini, posko penanganan karhutla masih menggunakan pos komando di kantor BPBD Kalimantan Selatan.

“Posko sementara memang belum kami dirikan. Setelah penetapan status ini, kami akan mengaktifkan posko tanggap darurat. Untuk sementara, pos komando masih berada di Kantor BPBD Kalimantan Selatan,” tuturnya.

Ronny menambahkan, status siaga darurat akan dievaluasi secara berkala sesuai perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah berharap status ini tidak meningkat menjadi tanggap darurat.

Bagikan
Sumber: teras7.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks