BANJAR — Kekeringan yang melanda Desa Gunung Batu, Kecamatan Sambung Makmur, akhirnya mendapat respons cepat dari pemerintah. BPBD Kabupaten Banjar mulai menyalurkan bantuan darurat berupa peminjaman tandon air serta distribusi air bersih kepada warga yang terdampak.
Langkah ini diambil setelah sejumlah titik di desa tersebut mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang. Warga setempat sebelumnya mengandalkan sumur dangkal yang kini mulai mengering.
Bantuan Darurat untuk Warga Terdampak Kekeringan
BPBD Kabupaten Banjar mengerahkan armada tangki air untuk mengisi tandon yang ditempatkan di beberapa titik strategis desa. Warga bisa mengambil air secara gratis setiap hari pada jam yang sudah ditentukan oleh perangkat desa setempat.
Selain distribusi air, pemerintah juga meminjamkan tandon berkapasitas besar agar warga memiliki cadangan air bersih di rumah masing-masing. Bantuan ini difokuskan pada rumah tangga yang paling kesulitan, terutama lansia dan keluarga dengan balita.
BPBPK Kalsel Turun Langsung ke Lokasi
Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Selatan ikut meninjau langsung lokasi kekeringan di Desa Gunung Batu. Tim dari provinsi melakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan merencanakan bantuan lanjutan.
Kepala BPBPK Kalsel menyebut bahwa kondisi di Desa Gunung Batu cukup kritis. Sumber air bersih utama warga sudah tidak bisa diandalkan, sehingga pasokan dari luar menjadi satu-satunya solusi dalam waktu dekat.
Antrean Warga Mulai Mengular Sejak Pagi
Warga Desa Gunung Batu mengaku bersyukur dengan adanya bantuan air bersih ini. Sejak pagi, mereka sudah mengantre dengan membawa jeriken dan ember di titik distribusi yang ditentukan.
Salah seorang warga, Junaidi (45), mengatakan bahwa sumur di rumahnya sudah tidak keluar air sejak dua pekan lalu. "Kami sangat terbantu. Semoga bantuan ini terus ada sampai musim hujan tiba," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Banjar berencana menambah titik distribusi jika kekeringan meluas ke desa-desa tetangga di Kecamatan Sambung Makmur. BPBD setempat juga mengimbau warga untuk menggunakan air secara hemat selama masa darurat ini.