TABALONG — Dari dapur rumah sederhana di Desa Garagata, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Camilan HBB (Harapan Berkah Bersama) kini menjelma menjadi pemasok tetap tujuh minimarket di Kota Tanjung, warung makan, kantin sekolah, perkantoran, hingga Aston Hotel City Tanjung. Omzet yang diraup mencapai Rp20 juta per bulan.
Modal Keterbatasan, Berawal dari Hobi Masak
Siti Munawaroh (49) memulai usaha ini pada 2021 dengan peralatan seadanya dan modal terbatas. Awalnya ia hanya memproduksi keripik pangsit, kerupuk, dan kue kering untuk kebutuhan sendiri sekaligus menambah pemasukan keluarga.
Berkat dukungan suami dan putri sulungnya, Desy Amalia (24), usaha rumahan ini mulai dikembangkan dengan strategi promosi melalui media sosial dan layanan pesan antar dari rumah ke rumah. "Tahun 2021 saya mengikuti pelatihan di PLUT dan mendapat pendampingan untuk mengurus perizinan," cerita Desy, Rabu.
Dukungan Adaro: dari Spinner hingga Izin Edar
Pada 2023, PT Adaro Indonesia memberikan pendampingan melalui PLUT dan bantuan permodalan. Alat pemotong kerupuk dan peniris minyak (spinner) dari dukungan perusahaan tambang itu sangat membantu Desy memproduksi aneka camilan dengan varian lebih banyak: keripik pisang, kerupuk, rengginang, hingga peyek.
Kini Camilan HBB telah mengantongi izin edar, sertifikat halal, dan izin PIRT. Akses pasarnya tidak hanya di warung atau toko kue, tetapi juga masuk ke sejumlah minimarket di Kota Tanjung dan sekitarnya. Empat karyawan dari warga sekitar membantu proses pengemasan untuk memenuhi pesanan daring dan pengiriman ke hotel.
Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Bahan Baku
Persoalan keterbatasan bahan baku berupa pisang serta kenaikan harga BBM dan plastik kemasan bukan menjadi alasan bagi Desy untuk menyerah. "Di tengah kenaikan harga plastik, BBM, dan bahan baku lainnya, kami mencoba bertahan meski ada penurunan keuntungan," ungkap Desy.
Untuk mendukung produksi, kebutuhan pisang mencapai 1.500 buah per minggu yang dipasok dari Kecamatan Jaro dan Haruai. Harga produk bervariasi: keripik pisang kemasan mulai Rp1.000 hingga Rp10.000 per bungkus, kerupuk ketumbar Rp65 ribu per kilogram, pangsit Rp75 ribu per kilogram, peyek Rp90 ribu per kilogram, dan kerupuk jari Rp65 ribu per kilogram.
Inspirasi bagi UMKM Lain
Perjalanan Camilan HBB membuktikan bahwa kesuksesan tidak harus dimulai dari modal besar. "Kuncinya tekad yang kuat dan kemauan terus belajar," kata Desy. Usaha yang semula hanya camilan rumahan ini kini menjadi pemasok tetap di sejumlah minimarket dan hotel di Tabalong, bahkan merambah hingga Kabupaten Balangan dan Provinsi Kalimantan Timur.