BATOLA — Bupati Tapin H Yamani dan istri, Hj Faridah, menyempatkan waktu menyambangi tempat singgah kafilah Tapin di Kabupaten Barito Kuala. Kedatangan mereka pada Rabu (24/6/2026) sore itu bukan sekadar seremoni, melainkan untuk memberikan suntikan moral langsung kepada para peserta MTQ.
"Kami hadir untuk memastikan semangat adik-adik tidak kendur. Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi bagaimana kita bisa tampil maksimal dan membawa nama baik Kabupaten Tapin," ujar H Yamani dalam sambutannya di hadapan para kafilah.
Mengapa Kehadiran Bupati Dinilai Penting bagi Kontingen?
Kehadiran kepala daerah di tengah kafilah saat ajang MTQ kerap menjadi pemantik psikologis. Para peserta, yang sebagian besar adalah pelajar dan pemuda, mendapat motivasi tambahan ketika pemimpinnya turun langsung melihat kondisi mereka.
Hj Faridah, yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina LPTQ Tapin, menambahkan bahwa dukungan moril dari pemerintah daerah sangat krusial. "Kami sudah menyiapkan berbagai kebutuhan selama di Batola. Sekarang tugas kalian hanya satu: fokus dan berdoa," pesannya.
Apa Target Tapin di MTQ Batola?
Meski tidak menyebut angka pasti, Pemkab Tapin menargetkan peningkatan peringkat dibanding edisi sebelumnya. Sejumlah cabang lomba seperti tilawah, tahfidz, dan syarhil Quran menjadi andalan kontingen Tapin yang telah menjalani pemusatan latihan intensif selama dua bulan terakhir.
Bupati Yamani juga menyempatkan berdialog dengan para official dan pelatih untuk mengevaluasi persiapan teknis di hari-hari terakhir jelang pertandingan. Ia memastikan seluruh kebutuhan logistik dan akomodasi kafilah telah terpenuhi.
Bagaimana Respons Kafilah Setelah Dikunjungi?
Para peserta mengaku semangat mereka bertambah setelah dikunjungi langsung oleh bupati. "Tadi sempat deg-degan, tapi setelah Pak Bupati dan Ibu bicara, jadi lebih tenang dan percaya diri," ujar salah seorang qoriah asal Tapin yang enggan disebut namanya.
MTQ tingkat provinsi di Batola tahun ini diikuti oleh 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi membaca Al-Quran, tetapi juga ajang silaturahmi dan syiar Islam antar daerah.
Apa yang Dilakukan Pemkab Tapin Setelah MTQ?
Pemkab Tapin berencana memberikan apresiasi khusus bagi para pemenang, baik berupa piagam maupun insentif. Langkah ini diambil untuk mendorong regenerasi peserta MTQ di masa mendatang. "Kami ingin budaya membaca dan memahami Al-Quran terus tumbuh di kalangan generasi muda Tapin," pungkas H Yamani.