Pencarian

Pembudi Daya Ikan Banjarmasin Diminta Tunda Tebar Benih Selama Peralihan Musim, Kolam Wajib Sterilisasi Alami

Selasa, 03 November 2026 • 21:01:02 WIB
Pembudi Daya Ikan Banjarmasin Diminta Tunda Tebar Benih Selama Peralihan Musim, Kolam Wajib Sterilisasi Alami
Pembudi daya ikan di Banjarmasin diminta menunda penebaran benih selama peralihan musim.

BANJARMASIN — Imbauan penundaan penebaran benih disampaikan Fikri menyusul mulai berubahnya kondisi cuaca di Kota Banjarmasin. Ia menegaskan kolam tidak bisa langsung dipakai begitu hujan mulai turun.

"Untuk musim hujan ini, tidak bisa langsung menebar benih. Beberapa bulan harus didiamkan dulu karena ada kandungan-kandungan yang mungkin membahayakan. Jadi, kolam harus disterilkan secara alami," ujar Fikri, Senin (2/11).

Proses sterilisasi alami dilakukan dengan membiarkan kolam tanpa aktivitas budi daya selama periode tertentu. Cara tersebut dinilai lebih aman dibanding memaksakan penebaran benih saat kualitas air belum stabil.

Kerugian Mengintai Pembudi Daya yang Terburu-buru

Perubahan cuaca menjadi faktor yang harus diperhitungkan sebelum benih ditebar. Persiapan kolam yang kurang matang berisiko menimbulkan kerugian langsung bagi pembudi daya.

Fikri menempatkan imbauan ini sebagai bagian dari upaya Pemko Banjarmasin menjaga keberlanjutan sektor perikanan menghadapi musim hujan. Kualitas air yang buruk disebut menjadi penyebab utama kematian ikan pada periode peralihan musim.

Bantuan Sarana untuk Puluhan Pokdakan dan Poklahsar

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada puluhan Kelompok Pembudi Daya Ikan (Pokdakan) dan Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) pada Minggu (1/11). Penyerahan dilakukan untuk mendukung produktivitas kelompok pembudi daya.

Bantuan yang diberikan mencakup empat unit mesin pakan ikan, empat unit kolam terpal bulat, dan 26 unit jaring tancap. Pemerintah juga menyalurkan 4.000 ekor benih gurami, 5.325 ekor benih lele, dan 4.000 ekor benih nila.

Selain benih dan peralatan, pemerintah membagikan 24 zak pakan anakan ikan serta 34 zak pakan ikan. Pendampingan teknis menyertai penyaluran bantuan tersebut.

DKP3 Jemput Bola Cari Pembudi Daya Muda

Kelompok pembudi daya dari kalangan anak muda mulai tumbuh di kawasan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, dan Banjarmasin Timur. DKP3 menilai keterlibatan generasi muda perlu diperluas agar sektor perikanan tidak bergantung pada pembudi daya lama.

Pembinaan akan diperkuat melalui sosialisasi, pelatihan, hingga program Go to School. Pemerintah juga akan mendorong anak muda membentuk kelompok pembudi daya khusus generasi Z.

"Ke depan kita akan jemput bola, bina mereka, dan menantang mereka membentuk kelompok khusus Gen Z. Pemerintah akan hadir di sana," pungkas Fikri.

Follow www.halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks