Pencarian

Panen Raya di Sungai Tabukan, Bupati HSU Sahrujani Janjikan Alat Pengusir Hama dan Perbaikan Infrastruktur Pertanian

Minggu, 01 November 2026 • 12:47:31 WIB
Panen Raya di Sungai Tabukan, Bupati HSU Sahrujani Janjikan Alat Pengusir Hama dan Perbaikan Infrastruktur Pertanian
Bupati HSU H. Sahrujani menghadiri panen raya padi di Desa Rantau Bujur Tengah, Kecamatan Sungai Tabukan.

AMUNTAI — Pemkab Hulu Sungai Utara menempatkan pertanian sebagai sektor yang ditopang dari hulu ke hilir, mulai dari bantuan sarana produksi, alat penggarap lahan, hingga pembangunan infrastruktur. Dukungan itu disampaikan langsung Bupati HSU H. Sahrujani saat menghadiri panen raya padi di Desa Rantau Bujur Tengah, Kecamatan Sungai Tabukan, bersama Wakil Bupati Hero Setiawan atau Iwan Alabio.

Kepala Dinas Pertanian HSU Akhmad Rijani melaporkan, lahan baku sawah di Kecamatan Sungai Tabukan mencapai sekitar 1.639 hektare dengan realisasi tanam 2026 seluas 1.363 hektare. Khusus Desa Rantau Bujur Tengah, luas lahan baku sawah 155 hektare dan realisasi tanam 137 hektare. Luas panen yang terealisasi saat ini sekitar 38 hektare.

Varietas Inpari 23 hingga Benih Lokal Dominasi Lahan Rantau Bujur Tengah

Petani di Desa Rantau Bujur Tengah menanam sejumlah varietas, antara lain Inpari 23, Siam Madu, Mekongga, dan benih lokal. Keragaman varietas itu menjadi salah satu modal menjaga produksi di tengah tekanan hama.

Sahrujani mengapresiasi kerja keras petani yang terus menjaga produktivitas pertanian. Ia berharap dukungan pemerintah dapat membantu mengatasi kendala yang dihadapi petani, terutama gangguan hama.

"Kita hari ini patut berbahagia atas keberhasilan masyarakat dalam bertani. Mudah-mudahan ke depan bantuan alat pengusir hama yang kita harapkan bisa segera terealisasi, sehingga dapat membantu petani dalam menjaga tanaman dan meningkatkan hasil produksi," ujarnya.

Alat Penggarap Lahan hingga Sumur Bor Disiapkan untuk Desa Lain

Kepala Dinas PUPR HSU Amos Silitonga menyatakan pembangunan infrastruktur daerah ke depan akan semakin diarahkan untuk mendukung sektor pertanian. Pemerintah daerah membuka peluang penambahan alat untuk membantu penggarapan dan pembersihan lahan pertanian, tidak hanya di Rantau Bujur Tengah tetapi juga desa lainnya.

HSU tercatat sebagai salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang memperoleh bantuan sumur bor pertanian terbanyak. Fasilitas itu dinilai krusial saat musim kemarau, ketika pasokan air menjadi penentu jadwal tanam.

Normalisasi Sungai dan Titian Jadi Permintaan Warga Desa

Kepala Desa Rantau Bujur Tengah Hj. Husmini mengapresiasi perhatian pemerintah daerah, terutama normalisasi sungai serta pembangunan titian dan jembatan yang dinilai membantu aktivitas pertanian masyarakat. Akses yang lebih lancar memangkas waktu angkut hasil panen dari sawah ke jalan desa.

Dari 155 hektare lahan baku sawah di desa itu, baru 38 hektare yang memasuki masa panen. Sisa lahan yang sudah ditanami akan menyusul bergantung pada ketersediaan air dan pengendalian hama.

Follow www.halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks