BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan Gubernur Kalsel Muhidin untuk membahas langkah antisipasi ketersediaan air bersih. Pertemuan berlangsung sebelum distribusi air asin terjadi di kota tersebut.
Menurut Yamin, Gubernur Muhidin menyambut baik rencana pembangunan tempat cadangan air baku tersebut. PAM Bandarmasih memiliki lahan cukup luas di kawasan Pematang Panjang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Lahan 30-35 Hektare Milik PAM Bandarmasih Jadi Lokasi Embung
Yamin menyebut lahan di Pematang Panjang mencapai sekitar 30-35 hektare. Kondisi lahan yang belum tergarap dinilai menjadi momentum tepat untuk membangun embung pendukung ketersediaan air baku.
"Di Pematang Pajang itu ada sekitar 30-35 hektare lahannya," ujar Yamin.
Pembangunan embung akan dikolaborasikan antara Pemko Banjarmasin dan Pemprov Kalsel. Pemprov Kalsel diketahui memiliki saham di PAM Bandarmasih, sehingga keterlibatan kedua pihak dinilai mempermudah koordinasi.
Anggaran Pipa Capai Rp100 Miliar, Embung Rp300 Miliar
Kebutuhan anggaran untuk pemasangan saluran pipa menuju Pematang Panjang diperkirakan mencapai Rp90 miliar hingga Rp100 miliar. Sementara pembuatan embung membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar.
Pemko Banjarmasin juga berencana melibatkan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III dalam proyek tersebut. Dukungan pemerintah pusat akan diajukan untuk membantu pembiayaan pembangunan tempat cadangan air baku.
Berkaca dari Kemarau, Pembangunan Bakal Bertahap
Yamin menyatakan rencana pembangunan embung berkaca pada kondisi kemarau yang terjadi saat ini. Pemerintah ingin memiliki cadangan air baku agar persoalan keterbatasan air bersih tidak kembali terjadi di kemudian hari.
"Kalau terjadi kemarau seperti ini, kita sudah ada air baku simpanan. Tentunya pembangunan embung ini dilakukan bertahap," terangnya.
Ia menambahkan bahwa air baku sangat penting bagi masyarakat Kota Banjarmasin. Gubernur Muhidin disebut mengarahkan beberapa alternatif dan mengapresiasi rencana pembangunan embung tersebut.
"Air baku ini sangat penting bagi masyarakat Kota Banjarmasin, ada beberapa alternatif yang diarahkan pak Gubernur yang sangat mengapresiasi pembuangan embung ini," pungkasnya.