Pencarian

Karhutla Kalsel Capai 12.339 Hektare hingga Awal September, Banjarbaru Catat Kejadian Terbanyak

Sabtu, 05 September 2026 • 14:03:02 WIB
Karhutla Kalsel Capai 12.339 Hektare hingga Awal September, Banjarbaru Catat Kejadian Terbanyak
Petugas memantau titik api kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan yang mencapai 12.339,74 hektare hingga 1 September 2026.

Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mencapai 12.339,74 hektare dengan total 2.332 kejadian hingga 1 September 2026. BPBD Kalsel mencatat Kota Banjarbaru sebagai wilayah dengan frekuensi kejadian tertinggi, sementara Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan lahan terdampak paling luas.

BANJARBARU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan melaporkan luasan karhutla yang terjadi di 13 kabupaten/kota sepanjang tahun ini telah melampaui 12 ribu hektare. Angka tersebut dihimpun dari 2.332 kejadian kebakaran yang tercatat hingga 1 September 2026.

Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan harian terhadap perkembangan karhutla dan titik panas sebagai dasar penanganan di lapangan. Wilayah prioritas difokuskan pada ring satu bandar udara untuk mengantisipasi gangguan penerbangan akibat kabut asap.

Banjarbaru Paling Sering Terbakar, Banjar Terluas Terdampak

Kota Banjarbaru mencatat jumlah kejadian karhutla tertinggi dengan 474 kasus. Namun dari sisi luasan lahan yang terbakar, Kabupaten Banjar justru menempati posisi pertama dengan total 2.737,51 hektare dari 441 kejadian.

Kabupaten Tanah Laut menyusul dengan 359 kejadian yang menghanguskan lahan seluas 2.072,35 hektare. Adapun Hulu Sungai Selatan mencatat 324 kejadian dengan luas terdampak 2.203,97 hektare, dan Tapin mencatat 183 kejadian seluas 1.244,68 hektare.

Sebaran Karhutla di Wilayah Lain

BPBD Kalsel juga mendata kejadian karhutla di sejumlah daerah lainnya. Barito Kuala mencatat 168 kejadian seluas 971,70 hektare, Hulu Sungai Utara 98 kejadian seluas 532,85 hektare, serta Tanah Bumbu 69 kejadian dengan luas terdampak 197,60 hektare.

Balangan mencatat 66 kejadian seluas 196,51 hektare, disusul Hulu Sungai Tengah dengan 58 kejadian seluas 156,11 hektare. Kotabaru mencatat 48 kejadian seluas 58,07 hektare, Tabalong 29 kejadian seluas 135,13 hektare, dan Kota Banjarmasin menjadi wilayah dengan dampak terkecil yakni 15 kejadian seluas 1,45 hektare.

17 Ribu Titik Panas Terpantau Satelit

Selain mencatat kejadian kebakaran, BPBD Kalsel memantau 17.093 titik panas yang tersebar di wilayah Kalimantan Selatan. Data tersebut bersumber dari Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) Kementerian Kehutanan yang mengandalkan pemantauan satelit NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20.

Ronny menegaskan bahwa pemantauan titik panas menjadi instrumen penting dalam pengendalian karhutla. Data ini membantu mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

"Pengendalian karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Pemantauan data, kesiapsiagaan personel dan respons cepat di lapangan menjadi bagian penting dalam menekan dampak kebakaran," ujar Ronny di Banjarbaru, Jumat.

Follow www.halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks