BANJARMASIN — Ribuan masker dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang beraktivitas di dua pusat keramaian Banjarmasin. Aksi sosial bertajuk "Aksi Peduli Banua: 1.000 Masker untuk Pencegahan ISPA" ini digagas Duta dan Pemuda Inspiratif se-Kalimantan Selatan sebagai langkah preventif menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembagian masker berlangsung di kawasan CFD Masjid Sabilal Muhtadin dan Pasar Terapung Siring Banjarmasin. Dua lokasi tersebut dipilih karena menjadi titik berkumpulnya warga saat akhir pekan.
Bagikan 1.000 Masker sebagai Langkah Preventif
Ketua Ikatan Duta Kesehatan Kalsel, Herman Faisal, menyebut aksi ini merupakan bentuk kepedulian dan gotong royong pemuda dalam melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Menurutnya, kondisi udara yang tidak sehat memaksa warga untuk lebih disiplin melindungi diri.
"Melalui aksi ini, kami ingin mengajak masyarakat lebih waspada dan disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Ini juga menjadi bentuk gotong royong pemuda Kalsel untuk kesehatan dan keselamatan bersama," ujarnya.
Apa Itu ISPA dan Mengapa Kabut Asap Berbahaya?
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi ancaman serius saat kualitas udara memburuk. Partikel halus dari asap karhutla dapat terhirup dan mengiritasi saluran pernapasan, memicu batuk, sesak napas, hingga infeksi paru-paru.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma paling berisiko mengalami komplikasi. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan menjadi langkah perlindungan paling sederhana dan efektif.
Dukungan Dinkes Kalsel dan Instalasi Farmasi
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kalsel dan Instalasi Farmasi Kalsel dalam pengadaan masker. Ikatan Duta Kesehatan dan pemerintah daerah juga turut mendorong terlaksananya aksi pembagian masker tersebut.
Herman berharap aksi ini tidak berhenti sebagai kegiatan sosial sesaat. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya paparan asap dan menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
Pembagian masker di dua lokasi tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap dampak karhutla tetap diperlukan, terutama saat kualitas udara di Kalimantan Selatan berada dalam kondisi kurang sehat.