BANJARMASIN — Konkerkot I PGRI Kota Banjarmasin menjadi ajang evaluasi sekaligus penyusunan arah kebijakan organisasi untuk lima tahun ke depan. Hj Neli Listriani menekankan pentingnya program yang mampu menjawab kebutuhan riil para guru dan memberikan manfaat langsung bagi proses belajar-mengajar.
“Konferensi kerja ini bukan sekadar memenuhi ketentuan organisasi ataupun menyampaikan laporan pertanggungjawaban, jadikan forum ini sebagai momentum untuk menyusun program kerja yang lebih terarah, realistis, dan berdampak langsung kepada anggota,” ujar Hj Neli dalam sambutannya.
Evaluasi Capaian Setahun Terakhir
Selama periode awal kepengurusan, PGRI Kota Banjarmasin mencatat sejumlah kegiatan yang dinilai positif. Mulai dari pelatihan peningkatan kompetensi guru, pendampingan bagi anggota, hingga kegiatan sosial dan keagamaan.
Hj Neli memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, sinergi antara pengurus dan anggota menjadi kunci utama keberhasilan program-program yang telah berjalan.
Apa Target Program Kerja ke Depan?
Memasuki tahun kedua kepengurusan periode 2025-2030, Ketua PGRI Banjarmasin mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat komitmen. Guru, kata dia, memiliki peran sentral dalam membentuk generasi muda yang cerdas secara akademik sekaligus berkarakter.
“Guru harus adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegasnya. Ia berharap Konkerkot I mampu menghasilkan gagasan inovatif yang mendukung peningkatan mutu pendidikan di Banjarmasin.
Hasil Konkerkot Jadi Pedoman Kemitraan dengan Pemkot
Hj Neli menyampaikan penghargaan kepada pengurus, anggota, dan panitia yang telah menyukseskan agenda organisasi. Ia berharap hasil konferensi ini dapat menjadi pedoman bagi PGRI dalam memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah.
Tujuan akhirnya, lahir program-program yang tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga kesejahteraan para guru di Kota Banjarmasin.