MARTAPURA — Bunda PAUD Kabupaten Banjar, Nurgita Tiyas, yang juga menjabat Ketua TP PKK Banjar, memantau langsung pelaksanaan MPLS di TK Negeri Jawa, Kelurahan Jawa, Martapura, Senin. Dalam kunjungan itu, ia menyapa anak-anak, berdialog dengan guru dan orang tua, serta mengecek sarana pembelajaran dan kebersihan lingkungan sekolah.
“Kami turun langsung ke sekolah memastikan pelaksanaan MPLS sesuai prinsip pendidikan anak usia dini mengedepankan kenyamanan, keamanan, serta proses adaptasi anak terhadap lingkungan sekolah,” ujar Nurgita.
MPLS Bukan Ajang Perpeloncoan
Sekretaris Dinas Pendidikan Banjar Tisno Hadimurti menegaskan, konsep MPLS ramah PAUD dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari perpeloncoan, kekerasan, maupun tekanan psikologis. “Melalui MPLS, setiap peserta didik dikenalkan dengan lingkungan sekolah secara positif dan menyenangkan sehingga lebih mudah beradaptasi,” tuturnya.
Nurgita menambahkan, kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, guru, teman baru, serta bermain sambil belajar diharapkan mampu menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan percaya diri pada anak. Ia meminta orang tua memberikan pendampingan penuh kasih sayang selama masa transisi anak memasuki lingkungan sekolah.
Komunikasi Orang Tua dan Guru Jadi Kunci
“Komunikasi yang baik antara orang tua dan guru, kunci dalam mendukung tumbuh kembang anak menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” kata Nurgita. Ia menekankan, monitoring ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen Pemkab Banjar mendukung pendidikan anak usia dini yang lebih berkualitas.
Langkah awal ini, menurut Tisno, sangat penting untuk menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama sekaligus mendukung monitoring yang berjalan sesuai prinsip perlindungan anak. Dinas Pendidikan Banjar berharap MPLS ramah PAUD bisa menjadi standar di seluruh sekolah di kabupaten tersebut.