Pencarian

Kemenpar Buka Suara soal Dugaan Penipuan Mengatasnamakan Pegawai, Imbau Hotel dan Vendor Lakukan Verifikasi

Senin, 29 Juni 2026 • 00:31:01 WIB
Kemenpar Buka Suara soal Dugaan Penipuan Mengatasnamakan Pegawai, Imbau Hotel dan Vendor Lakukan Verifikasi
Kemenpar mengimbau hotel dan vendor untuk verifikasi identitas sebelum menerima penawaran kerja sama.

KALIMANTAN SELATAN — Kemenpar mengimbau masyarakat, hotel, vendor, dan mitra kerja untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pihak yang mengaku sebagai pegawai kementerian. Pelaku diduga menghubungi sejumlah hotel dan vendor dengan modus pemesanan kamar, ruang pertemuan, plakat, souvenir, hingga kebutuhan kegiatan lain yang mengarah pada tindakan penipuan.

Modus Penipuan yang Patut Diwaspadai Pelaku Usaha

"Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa pihak yang mengatasnamakan Kurnia Rakhman bukan pegawai di Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events), maupun di Kementerian Pariwisata," demikian bunyi pengumuman yang dikutip dari unggahan resmi tersebut.

Berdasarkan keterangan Kemenpar, pelaku diduga aktif menghubungi hotel dan vendor. Dalih yang digunakan bervariasi, mulai dari pemesanan kamar, ruang pertemuan, hingga pengadaan souvenir dan plakat untuk kegiatan tertentu.

Langkah Verifikasi Sebelum Bertransaksi

Kemenpar meminta pelaku usaha dan mitra kerja untuk tidak langsung menindaklanjuti setiap informasi, permintaan kerja sama, atau transaksi yang mengatasnamakan kementerian. "Sebelum menindaklanjuti informasi, permintaan kerja sama, maupun transaksi dalam bentuk apa pun, pastikan kebenarannya melalui kanal resmi," ujar perwakilan Kemenpar dalam pernyataan yang sama.

Imbauan ini juga menekankan pentingnya verifikasi guna menghindari kerugian. "Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan verifikasi terlebih dahulu guna menghindari kerugian akibat penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," sambung pernyataan tersebut.

Kanal Resmi Jadi Acuan Tunggal

Kemenpar tidak menyebutkan jumlah pasti hotel atau vendor yang telah dihubungi pelaku. Namun, kementerian menegaskan bahwa semua komunikasi resmi hanya dilakukan melalui saluran dan prosedur yang telah ditetapkan.

Masyarakat dan pelaku usaha yang menerima tawaran mencurigakan diminta segera melapor atau melakukan konfirmasi langsung ke akun media sosial resmi Kemenpar, @kemenpar.ri, maupun kanal komunikasi lainnya yang terverifikasi.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks