Savate Mulai Mengakar di Kalsel: Enam Daerah Sudah Miliki Kepengurusan, Target 13 Kabupaten/Kota Tuntas

Penulis: Toni Haryadi  •  Senin, 13 Juli 2026 | 11:46:31 WIB
Savate mulai mengakar di Kalimantan Selatan dengan enam daerah telah membentuk kepengurusan.

Ketua Umum PSI Kalsel, Dr Johan Amin, menargetkan pembentukan kepengurusan di seluruh kabupaten dan kota di Banua. Langkah ini ditempuh agar pembinaan atlet Savate berjalan lebih merata dan terstruktur.

Apa Itu Savate dan Bedanya dengan Kickboxing?

Savate adalah seni bela diri dan olahraga tarung kontak penuh asal Prancis. Olahraga ini memadukan teknik tinju barat dengan variasi tendangan yang khas.

“Pertarungannya menggunakan tangan dan kaki seperti bela diri lainnya, tetapi atlet wajib memakai sepatu khusus. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam Savate,” ujar pria yang akrab disapa Bang Jo itu, Sabtu (10/7/2026).

Keunikan utama Savate terletak pada kewajiban praktisi—disebut tireur—untuk mengenakan sepatu khusus saat berlatih dan bertarung. Sekilas olahraga ini mirip kickboxing karena sama-sama mengandalkan pukulan dan tendangan.

Enam Daerah yang Sudah Terbentuk Kepengurusannya

Bang Jo merinci sejumlah kabupaten dan kota yang telah membentuk kepengurusan PSI. Di antaranya Hulu Sungai Utara, Banjarbaru, Balangan, Hulu Sungai Tengah, dan Tanah Laut.

“Sudah ada sekitar enam daerah yang memiliki kepengurusan dan Banjarbaru sedang dalam proses melengkapi administrasi. Kami optimistis dalam waktu dekat semuanya selesai,” ujarnya.

Target Porprov XII 2029 di Hulu Sungai Utara

PSI Kalsel kini fokus memperluas kepengurusan daerah sekaligus menyiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII 2029. Ajang tersebut rencananya digelar di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

“Kami berharap olahraga Savate ini menjadi salah satu cabang olahraga bela diri yang berkembang di seluruh Kalsel,” pungkas Bang Jo.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: kalimantanpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top