Ustadz Luthfi Ingatkan Jemaah Masjid Assa’adah Banjarmasin Bahaya Hati Kotor, Bisa Picu Su’udzan kepada Allah

Penulis: Reza Maulana  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:06:31 WIB
Ustadz Luthfi mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati dalam kajian Subuh di Masjid Assa’adah Banjarmasin.

BANJARMASIN — Ustadz Haji Luthfi Syarkawi Thayib menyampaikan peringatan keras kepada jemaah Masjid Assa’adah, Komplek Beruntung Jaya, Banjarmasin, tentang bahaya laten hati yang tidak terjaga kebersihannya. Dalam kajian Subuh, Sabtu, ia menekankan bahwa kondisi batin yang kotor bukan sekadar masalah pribadi, melainkan bisa merusak relasi vertikal seorang hamba dengan Tuhannya.

“Menjaga kebersihan hati agar tidak kotor itu penting bagi kita sebagai seorang Muslim,” ujar Ustadz Luthfi di hadapan jemaah usai Shalat Subuh.

Hati Kotor, Mata Hati Buta

Ustadz Luthfi menjelaskan bahwa hati yang kotor identik dengan hati yang gelap. Kondisi ini, menurutnya, secara langsung menghalangi fungsi mata hati sebagai alat untuk memandang kebesaran Allah SWT.

“Kalau hati gelap tidak bisa memandang apa-apa sehingga menimbulkan su’udzan,” lanjutnya.

Kajian tersebut merupakan bagian dari pembahasan Kalam Hikmah Ibnu Athaillah Askandari, seorang ulama besar ahli tasawuf asal Mesir yang hidup pada abad ke-12. Ustadz Luthfi, yang merupakan lulusan Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kabupaten Banjar, mengutip ajaran Ibnu Athaillah tentang larangan berputus asa dalam berdoa.

Putus Asa Akibat Su’udzan kepada Allah

Menurut Ustadz Luthfi, dampak paling berbahaya dari hati yang kotor adalah munculnya prasangka buruk kepada Allah. Sikap ini, lanjutnya, menjadi biang kerok utama hilangnya harapan dan semangat dalam beribadah.

“Dengan su’udzan kepada Allah bisa membuat yang bersangkutan putus asa dalam berdo’a. Apalagi do’anya tidak serta merta Allah kabulkan,” ujar ustadz muda tersebut.

Ia mengingatkan bahwa putus asa dari rahmat Allah adalah dosa besar. Sebaliknya, Ibnu Athaillah menganjurkan agar seorang Muslim tidak pernah berhenti memohon. “Karena Allah menyatakan, berdo’alah, pasti Aku (Allah) kabulkan,” kutipnya dalam kajian Subuh pekan lalu.

Dua Kunci Menjaga Hati Tetap Bersih

Menjelang akhir tausyiah, Ustadz Luthfi memberikan resep praktis bagi jemaah untuk merawat kebersihan hati. Dua amalan utama yang ia tekankan adalah membaca Al-Qur’an dan memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

Kedua aktivitas ini, menurutnya, berfungsi sebagai pembersih dan penerang hati secara terus-menerus. Dengan hati yang bersih, seorang Muslim akan terhindar dari prasangka buruk dan senantiasa optimis dalam menjalani kehidupan serta beribadah kepada Sang Pencipta.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top