KALIMANTAN SELATAN — Rivian mengirim 19.248 kendaraan listrik sepanjang kuartal III, melonjak sekitar 45% dibanding periode yang sama tahun lalu dan menjadi rekor pengiriman tertinggi perusahaan. Lonjakan ini ditopang penjualan penuh perdana SUV listrik R2 yang mulai dijual Juni lalu dengan harga mulai di bawah US$60.000. Perusahaan juga memproduksi 19.751 unit pada periode yang sama.
Rivian Automotive mencatatkan kuartal penjualan terbaiknya sepanjang sejarah berkat kontribusi SUV listrik R2 yang menyasar segmen lebih terjangkau. Perusahaan mengumumkan angka produksi dan pengiriman tersebut pada Jumat pagi waktu setempat, sebelum merilis laporan keuangan kuartal III secara lengkap pada 29 Oktober mendatang.
Kendati tidak merinci berapa banyak unit R2 yang terjual, periode ini menandai kuartal penuh pertama penjualan SUV tersebut sejak diluncurkan pada Juni. R2 menjadi taruhan utama Rivian untuk keluar dari tekanan kerugian bertahun-tahun.
Target Ambisius R2 di Pasar EV Amerika
Rivian membidik penjualan 20.000 hingga 25.000 unit R2 hingga akhir tahun. Jika tercapai, R2 berpotensi menjadi salah satu EV terlaris dalam sejarah Amerika Serikat, hanya kalah dari Tesla Model Y.
Perusahaan juga berencana menghadirkan varian R2 yang lebih murah dengan harga sekitar US$45.000. Langkah ini ditempuh untuk memperluas basis pembeli di segmen massal yang selama ini didominasi pemain besar.
Proyeksi Penjualan Tahunan Terbaik
Bila target R2 terealisasi, Rivian meyakini bisa menjual 65.000 hingga 70.000 kendaraan sepanjang tahun ini. Angka itu mencakup lini R1 dan van listrik komersial, sekaligus menjadi rekor tahunan terbaik perusahaan.
Selama beberapa tahun terakhir, penjualan Rivian stagnan di kisaran 50.000 unit. Pencapaian tahun ini akan menandai lompatan signifikan bila target tersebut terpenuhi.
Ekspansi Kapasitas Produksi di Dua Pabrik
Rivian memproduksi R2 di pabriknya di Normal, Illinois, yang baru saja diperluas untuk mengakomodasi lini SUV baru. Selain itu, perusahaan tengah membangun pabrik baru di luar Atlanta, Georgia.
Fasilitas di Georgia diproyeksikan mampu memproduksi hingga 300.000 kendaraan per tahun dalam waktu dekat, dengan opsi penambahan kapasitas di kemudian hari. Ekspansi ini krusial untuk menopang volume R2 jangka panjang.
Kemitraan Robotaxi dengan Uber
Selain pasar konsumen, Rivian meneken kesepakatan dengan Uber untuk memproduksi versi robotaxi dari SUV R2. Perusahaan menilai pasar robotaxi punya potensi besar sehingga pada Maret lalu memutuskan menunda target profitabilitas 2027.
Penundaan itu dilakukan agar Rivian bisa mengalihkan lebih banyak modal ke pengembangan teknologi otonom. Strategi ini menandai pergeseran fokus perusahaan dari sekadar produsen EV menjadi pemain ekosistem mobilitas.