JAKARTA - Perhelatan pameran daerah kerap menjadi cerminan denyut ekonomi dan semangat kebersamaan masyarakat. Di Kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit Expo 2026 membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan dampak ekonomi yang signifikan.

Selama sepekan pelaksanaan, gelaran ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang transaksi dan promosi yang efektif. Hasilnya, perputaran uang yang tercipta tercatat menembus angka miliaran rupiah.

Gelaran Sampit Expo 2026 di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah resmi ditutup dengan capaian yang dinilai sangat memuaskan. Total perputaran uang selama kegiatan berlangsung dilaporkan mencapai sekitar Rp8 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Antusiasme peserta dan pengunjung menjadi indikator kuat keberhasilan pelaksanaan expo tahun ini.

“Kami mencatat adanya peningkatan jumlah peserta dan pengunjung expo tahun ini, dengan total transaksi ekonomi mencapai target sekitar 7-8 miliar rupiah, yang mana ini sesuai dengan target kami di awal,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim Johny Tangkere di Sampit, Rabu. Pernyataan ini disampaikan sebagai refleksi atas kinerja seluruh pihak yang terlibat.

Johny menyampaikan hal tersebut dalam acara penutupan Sampit Expo 2025. Penutupan ini juga dirangkaikan dengan Gelora Kriya Dekranasda Kotim dan Festival Budaya Habaring Hurung 2026.

Kegiatan penutupan dipusatkan di kawasan Stadion 29 Nopember Sampit. Lokasi tersebut dipadati undangan dan pengunjung yang ingin menyaksikan rangkaian akhir acara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai elemen lainnya juga tampak menghadiri acara.

Kolaborasi Pelaku Usaha dan Pemerintah Daerah

Johny menjelaskan bahwa capaian ekonomi tersebut merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak. Peran pelaku usaha, UMKM, dan mitra dagang lainnya dinilai sangat dominan.

Menurutnya, Sampit Expo tidak sekadar menjadi ajang pameran produk. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi, inovasi, dan pertukaran ide antarpelaku ekonomi.

Beragam produk unggulan daerah dipamerkan selama expo berlangsung. Pelaku UMKM memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jaringan dan pasar.

Antusiasme peserta dan pengunjung tahun ini disebut mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini menjadi faktor utama dalam mendongkrak perputaran uang selama kegiatan.

“Hal ini berperan penting dalam mendongkrak perputaran uang sekaligus menciptakan peluang kerja sama yang strategis baik secara lokal maupun nasional sehingga meningkatkan potensi Kotim di mata para pelaku usaha,” jelasnya. Ia menilai dampak expo tidak hanya dirasakan selama kegiatan berlangsung.

Johny merincikan bahwa Sampit Expo 2026 digelar selama delapan hari. Kegiatan berlangsung sejak 7 Januari 2026 hingga 14 Januari 2026.

Selama periode tersebut, total kunjungan tercatat mencapai sekitar 44.000 orang. Rata-rata jumlah pengunjung setiap hari mencapai 5.500 orang.

Pengunjung memadati area pameran untuk berbelanja berbagai produk. Selain itu, banyak pula yang datang untuk menikmati hiburan dan pertunjukan seni.

Dampak Ekonomi dan Kepedulian Sosial

Selain transaksi ekonomi langsung, kegiatan ini juga memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Total pendapatan daerah yang diperoleh mencapai Rp65 juta.

Pendapatan tersebut berasal dari berbagai sumber retribusi. Di antaranya retribusi parkir, sewa lahan, sewa tenda bazar, dan penggunaan daya listrik.

Dalam rangkaian Sampit Expo, pemerintah daerah juga menunjukkan kepedulian sosial. Salah satu bentuknya adalah pelaksanaan operasi pasar murah.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Bulog Kotim. Operasi pasar murah bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

“Sebanyak 1.000 paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng dan susu kental manis telah disalurkan kepada masyarakat melalui sinergi Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Bulog,” sebutnya. Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Langkah tersebut dinilai mampu menekan beban ekonomi warga. Terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Selain aspek ekonomi, kemeriahan acara juga terlihat dari sisi budaya. Festival Budaya Habaring Hurung menjadi salah satu daya tarik utama.

Festival ini menampilkan 17 atraksi kesenian. Berbagai lomba kerajinan tangan juga digelar di gedung indoor.

Kegiatan budaya ini dinilai berhasil menyatukan semangat kebersamaan masyarakat. Pelestarian warisan leluhur menjadi pesan utama yang disampaikan.

Kreativitas Daerah dan Harapan Ke Depan

Pameran Gelora Kriya Dekranasda turut mewarnai keseluruhan rangkaian acara. Berbagai kompetisi kreatif digelar untuk mendorong inovasi.

Kompetisi tersebut meliputi lomba menjawet, ecoprint, hingga lomba mewarnai. Peserta berasal dari berbagai kecamatan dan sekolah.

Bakat luar biasa ditunjukkan oleh para peserta. Kerajinan khas daerah diolah dengan sentuhan kreativitas yang menarik.

“Kami berharap kualitas penyelenggaraan Sampit Expo terus ditingkatkan setiap tahun agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” demikian Johny. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melakukan evaluasi.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kotim Rafiq Riswandi menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara. Ia menilai kegiatan ini berjalan sukses dan berdampak positif.

Rafiq menegaskan bahwa Sampit Expo merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan. UMKM dan perajin mendapat ruang ekspresi yang luas.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi produk unggulan daerah, namun juga menjadi ruang ekspresi dan apresiasi terhadap kekayaan budaya, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya. Ia menilai keseimbangan antara ekonomi dan budaya sangat penting.

Rafiq juga memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM dan perajin. Inovasi yang ditunjukkan dinilai semakin berkembang dari tahun ke tahun.

Ia berharap semangat produktivitas ini terus dipertahankan. Tujuannya adalah mewujudkan sektor UMKM yang tangguh dan mandiri.

“Saya mengajak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pembinaan, pendampingan, dan perluasan akses pasar bagi UMKM serta pelestarian budaya daerah," ajak Rafiq. Ajakan ini ditujukan kepada seluruh pemangku kepentingan.

Lebih lanjut, Rafiq menegaskan bahwa pembangunan Kotim tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Pembangunan nilai budaya dan sosial juga menjadi perhatian utama.

Melalui Sampit Expo, pemerintah menunjukkan komitmen dalam memperkuat kebersamaan masyarakat. Kegiatan ini menjadi simbol persatuan dan kreativitas daerah.

“Saya berharap kegiatan Sampit Expo, Gelora Kriya Dekranasda, dan Festival Budaya Habaring Hurung dapat terus ditingkatkan kualitasnya, serta menjadi agenda tahunan unggulan yang memberi manfaat nyata,” demikian Rafiq. Harapan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah.

Sebagai penutup rangkaian acara, panitia mengumumkan pemenang stan terbaik. Penilaian dilakukan secara independen oleh awak media profesional.

Juara Terbaik I dengan nilai 990 poin diraih oleh stan gabungan Dinas Bina Marga dan Dinas Cipta Karya. Juara Terbaik II dengan nilai 860 poin diraih oleh stan Sekretariat Daerah Kotim.

Juara Terbaik III dengan nilai 820 poin diraih oleh stan Dinas Kesehatan. Kategori Harapan I dengan nilai 810 poin diraih oleh stan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Harapan II dengan nilai 790 poin diraih oleh stan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Harapan III dengan nilai 780 poin diraih oleh stan Polres Kotim.

Reporter: Redaksi