JAKARTA - Kondisi darurat akibat banjir masih dirasakan warga Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, meskipun memasuki hari-hari lanjutan penanganan. 

Pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus memastikan respons kebencanaan berjalan agar dampak terhadap masyarakat dapat ditekan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur saat ini masih aktif melakukan penanganan banjir di wilayah tersebut. Fokus utama diarahkan pada pemantauan kondisi lapangan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Banjir diketahui mulai melanda Kecamatan Tabang sejak 11 Januari 2026. Sejak saat itu, genangan air terus merendam sejumlah wilayah permukiman dan akses utama masyarakat.

Berdasarkan data awal, sedikitnya 18 desa di Kecamatan Tabang terdampak banjir. Ketinggian air dilaporkan bervariasi dengan rata-rata mencapai 60 hingga 150 sentimeter.

Di beberapa titik dengan kontur tanah lebih rendah, ketinggian air bahkan dilaporkan melebihi angka tersebut. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa sebagian masyarakat mencari tempat aman.

Koordinasi Penanganan di Lapangan

Koordinator Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Cahyo Kristanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lapangan. BPBD Provinsi Kaltim bekerja bersama BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara untuk menangani dampak banjir.

Penanganan di lapangan juga melibatkan unsur TNI dan Polri. Kehadiran aparat dinilai penting untuk membantu evakuasi, pengamanan, serta distribusi bantuan.

Cahyo mengatakan bahwa langkah-langkah penanganan dilakukan secara terpadu. Seluruh pihak berupaya memastikan kondisi warga terdampak tetap terpantau dengan baik.

Upaya penanganan difokuskan pada pemantauan perkembangan banjir. Selain itu, pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat.

“Selain unsur pemerintah dan TNI-Polri, penanganan juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut,” ujar Cahyo, Rabu, 14 Januari 2026. Dukungan ini membantu memperkuat kapasitas penanganan di lapangan.

Keterlibatan pihak swasta dinilai memberikan kontribusi positif. Bantuan tersebut mempercepat distribusi logistik dan kebutuhan mendesak lainnya.

Pola Pengungsian dan Bantuan Logistik

Cahyo menjelaskan bahwa sebagian besar warga terdampak memilih mengungsi secara mandiri. Mereka berpindah ke rumah keluarga atau warga lain yang tidak terdampak banjir.

Langkah pengungsian mandiri ini dinilai cukup membantu mengurangi risiko keselamatan. Selain itu, cara ini juga mengurangi beban penampungan darurat.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, sebagian besar warga telah melakukan pengungsian secara mandiri,” ucapnya. Kondisi tersebut membuat penanganan lebih terfokus pada warga dengan kebutuhan khusus.

BPBD mencatat bahwa warga yang mengungsi umumnya berada di lokasi yang relatif aman. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara berkala.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, bantuan logistik terus disalurkan. Penyaluran bantuan dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Untuk bantuan logistik, penyalurannya juga telah kami lakukan melalui BPBD Kabupaten Kukar sesuai kebutuhan di lapangan,” ucapnya. Mekanisme ini memastikan bantuan tepat sasaran.

Logistik yang disalurkan mencakup kebutuhan pangan dan perlengkapan dasar. BPBD memastikan stok bantuan tetap tersedia selama masa penanganan berlangsung.

Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan akses dan kondisi jalan. Tim lapangan terus berkoordinasi untuk memastikan bantuan sampai ke desa-desa terdampak.

Kondisi Hari Kelima Banjir

Memasuki hari kelima banjir, kondisi di sejumlah wilayah mulai menunjukkan perkembangan. Cahyo menyebutkan bahwa ketinggian air di beberapa desa mulai mengalami penurunan.

Penurunan debit air ini memberikan harapan bagi masyarakat. Sebagian warga mulai mencoba kembali beraktivitas meskipun masih terbatas.

“Memasuki hari kelima banjir, terdapat beberapa wilayah di Kecamatan Tabang yang mulai mengalami penurunan ketinggian air,” sebut Cahyo. Kondisi ini menjadi sinyal awal pemulihan.

Ia menambahkan bahwa sebagian masyarakat sudah kembali melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, aktivitas tersebut masih dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Meski ada penurunan genangan, banjir belum sepenuhnya surut. Beberapa wilayah masih terendam dan memerlukan perhatian khusus.

Cahyo menegaskan bahwa dampak banjir masih terasa pada sektor aksesibilitas. Jalan menuju dan antar desa masih terdampak genangan air.

“Meski demikian, banjir masih berdampak pada akses jalan menuju dan antar desa,” sebutnya. Kondisi ini mempengaruhi mobilitas warga dan distribusi bantuan.

Sejumlah ruas jalan dilaporkan masih tergenang air. Namun demikian, jalan tersebut masih dapat dilalui oleh tim penanganan bencana.

Akses jalan yang masih bisa dilewati sangat membantu operasional di lapangan. Tim tetap dapat melakukan pendistribusian bantuan dan pemantauan kondisi warga.

Cahyo mengungkapkan bahwa jalur-jalur utama menjadi prioritas pemantauan. Hal ini bertujuan agar bantuan logistik tidak terhambat.

Fokus Lanjutan Penanganan

BPBD Provinsi Kalimantan Timur memastikan penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman. Pemantauan intensif dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan air susulan.

Cuaca dan kondisi hulu sungai menjadi perhatian utama. BPBD terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan pembaruan data.

Penanganan banjir di Kecamatan Tabang tidak hanya berfokus pada kondisi saat ini. Evaluasi dampak dan kebutuhan pascabanjir juga mulai dipersiapkan.

Pemerintah daerah menilai pentingnya langkah pemulihan setelah banjir surut. Hal ini mencakup perbaikan fasilitas umum dan akses jalan.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan. Perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor risiko yang harus diantisipasi.

Warga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan. Informasi resmi dari pemerintah diharapkan menjadi acuan utama masyarakat.

Cahyo menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Seluruh langkah penanganan diarahkan untuk meminimalkan risiko lanjutan.

Sinergi antarinstansi akan terus diperkuat selama masa tanggap darurat. Kerja sama ini dinilai menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana.

BPBD juga membuka ruang koordinasi dengan pemerintah desa. Informasi dari tingkat bawah dinilai penting untuk mengetahui kondisi riil masyarakat.

Penanganan banjir di Kecamatan Tabang diharapkan dapat segera beralih ke tahap pemulihan. Namun, hal tersebut sangat bergantung pada kondisi alam ke depan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan akan terus mendampingi pemerintah kabupaten. Dukungan ini diberikan hingga situasi benar-benar terkendali.

Reporter: Redaksi