Apple Pangkas Anggaran Harian AI Tim Engineering dari $300 ke $200

Penulis: Udin Syamsul  •  Kamis, 05 November 2026 | 10:38:01 WIB
Apple memangkas batas belanja harian AI tim engineering dari $300 menjadi $200 per orang, menurut laporan Bloomberg.

KALIMANTAN SELATAN — Apple memangkas batas belanja harian tim engineering untuk penggunaan AI dari $300 menjadi $200 per orang, menurut laporan Bloomberg. Sebagian alokasi bahkan berpotensi turun lagi menjadi $100 per hari, sementara divisi non-engineering disebut tengah dikaji untuk limit serendah $25 per hari. Langkah penghematan ini menandai pergeseran besar bagi perusahaan yang agresif mendorong adopsi AI internal.

Bloomberg melaporkan bahwa pemangkasan anggaran AI internal Apple mulai berlaku pada Oktober. Penurunan plafon belanja dari $300 ke $200 per hari untuk tim engineering menjadi sinyal pertama bahwa era "tokenmaxxing" di Apple mulai dibatasi.

Kebijakan tersebut belum dikonfirmasi resmi oleh Apple. TechCrunch telah menghubungi pihak perusahaan untuk meminta komentar, namun belum ada tanggapan.

Seberapa Dalam Pemangkasan Anggaran AI Apple

Selain penurunan ke $200, sebagian tim engineering disebut akan menghadapi batas yang lebih ketat lagi, yaitu $100 per hari. Di luar divisi engineering, Apple tengah mempertimbangkan limit harian yang jauh lebih rendah, yakni $25 per hari.

Rentang angka tersebut menunjukkan Apple tidak sekadar merapikan pos pengeluaran, melainkan menata ulang cara tim internalnya mengakses model AI. Setiap tim tampaknya akan mendapat kuota berbeda sesuai kebutuhan.

Mengapa Apple Membatasi Penggunaan AI

Sepanjang awal tahun, banyak perusahaan mendorong karyawan memakai AI sebesar mungkin dengan dalih efisiensi. Pola itu berumur pendek. Ketika tagihan token datang, perusahaan mulai menghitung ulang manfaatnya.

Apple menghadapi persoalan yang sama: ada jarak antara biaya membangun dan menjalankan AI dengan peningkatan produktivitas yang dihasilkan. Selama manfaatnya belum terukur jelas, pembatasan kuota harian jadi cara paling sederhana menekan pengeluaran.

Pendekatan ini juga memaksa tim menentukan prioritas. Alih-alih memakai AI untuk semua hal, setiap tim harus memilih kasus penggunaan yang benar-benar memberi hasil.

Dampak ke Cara Kerja Tim Internal

Bagi karyawan Apple, perubahan ini berdampak langsung pada rutinitas. Penggunaan asisten AI untuk coding, riset, atau penulisan dokumen kini dibatasi kuota harian.

Tim engineering disebut masih mendapat alokasi paling besar dibanding divisi lain. Posisi itu masuk akal karena AI paling banyak dipakai untuk pekerjaan teknis seperti pengembangan perangkat lunak dan pengujian.

Namun, batas $25 per hari untuk divisi non-engineering menunjukkan Apple ingin menjaga penggunaan AI tetap terkendali di seluruh organisasi, bukan hanya di lini teknis.

Posisi Apple Dibanding Perusahaan Teknologi Lain

Langkah Apple mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi. Setelah fase ekspansi agresif, perusahaan mulai memperlakukan AI sebagai pos biaya yang perlu diawasi, bukan sekadar proyek eksperimen.

Apple sendiri selama ini dikenal berhati-hati dalam mengadopsi teknologi baru. Pemangkasan anggaran AI internal ini sejalan dengan gaya perusahaan yang cenderung menghitung dampak finansial sebelum memperluas skala.

Kebijakan ini belum tentu memengaruhi produk AI konsumen Apple seperti Apple Intelligence. Pemangkasan menyasar penggunaan AI internal oleh karyawan, bukan fitur yang dijual ke pengguna.

Bagi pengguna di Indonesia, keputusan ini lebih relevan sebagai indikator arah kebijakan Apple. Jika perusahaan sebesar Apple mulai membatasi belanja AI, tekanan serupa kemungkinan muncul di perusahaan teknologi lain yang ingin menjaga biaya operasional tetap sehat.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top