KALIMANTAN SELATAN — Sjors-Lowis Hermsen menjalani debut Eredivisie bersama Fortuna Sittard pada 19 Mei 2024, saat usianya baru 16 tahun. Penyerang berdarah Indonesia itu kini dipantau sebagai opsi jangka panjang lini serang Timnas Indonesia, meski proses menuju tim senior masih panjang.
Kesempatan tampil di kompetisi tertinggi Belanda itu datang pada laga penutup musim 2023/2024 melawan Heracles Almelo. Bagi pemain kelahiran Sittard, Belanda, tersebut, menit debut di tim utama menjadi penanda kelulusan dari akademi klub yang membesarkannya.
Sebelum naik ke skuad senior, Hermsen membangun reputasi di level junior. Catatan 12 gol dan 15 assist dalam 32 penampilan bersama tim muda Fortuna Sittard pada musim 2023/2024 menunjukkan kontribusinya tidak berhenti pada urusan mencetak gol.
Produktivitas itu yang membuat Hermsen dipromosikan ke tim utama. Angka 15 assist menandakan ia terbiasa membuka ruang dan menyuplai bola bagi rekan setim, bukan sekadar menunggu umpan di kotak penalti.
Fleksibilitas menjadi nilai tambah. Selain berposisi penyerang tengah, Hermsen bisa dimainkan di sayap kanan, sayap kiri, maupun sebagai gelandang serang. Sejumlah peran itu memberinya peluang lebih besar untuk masuk rotasi pelatih.
Perhatian publik sepak bola Tanah Air muncul karena garis keturunannya. Hermsen memiliki darah Indonesia dari nenek di pihak ayah yang lahir di Jakarta. Fakta itu membuat namanya masuk dalam pantauan pencinta sepak bola nasional.
Hermsen sendiri menyatakan terbuka soal kemungkinan membela Timnas Indonesia. "Untuk saat ini, saya belum tahu karena tergantung kapan juga. Jika saya tidak bermain untuk Timnas Belanda, maka saya akan mempertimbangkan Indonesia," ujarnya dalam wawancara dengan Yussa Nugraha.
Status debutan belum otomatis menjadikan Hermsen pemain reguler. Penampilannya bersama tim utama Fortuna Sittard sejauh ini baru tercatat dalam satu pertandingan resmi. Menit bermain dan konsistensi di level klub akan menentukan arah kariernya berikutnya.
Bagi Timnas Indonesia, Hermsen layak dipantau sebagai opsi jangka panjang di sektor serang. Namun belum ada kepastian bahwa PSSI sudah membuka komunikasi atau memulai proses naturalisasi terhadap pemain tersebut.
Peluang membela Indonesia juga bergantung pada perkembangan karier dan pemenuhan persyaratan administrasi. Tanpa menit bermain yang cukup di level klub, langkah menuju tim nasional senior akan tetap terjal.