BANJARMASIN — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih mencatat penurunan intensitas pengantaran air tangki ke pelanggan di Banjarmasin. Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menyebut hujan di kawasan hulu turut mendorong perbaikan kualitas air baku yang masuk ke intake Sungai Bilu.
Perubahan paling terasa pada jam operasional armada tangki. Sebelumnya mobil tangki masih berkeliling hingga tengah malam, kini pelayanan ditutup lebih awal.
"Sekarang pengantaran air tangki sudah mulai berkurang secara intensitasnya, durasinya. Tangki yang sebelumnya sampai jam 12 malam, sekarang jam 6 sore sudah tutup," ujar Zulbadi, Rabu (4/11/2026).
Perbaikan kualitas air baku terlihat dari hasil pemantauan kadar garam di intake Sungai Bilu pada Selasa (3/11). Pencatatan menunjukkan kadar garam tertinggi mencapai 1.322 ppm pada pukul 14.00 Wita.
Pada pukul 15.00–22.00 Wita, kadar garam sempat turun ke 400 ppm. Kondisi serupa juga ditemui pada Minggu (1/11).
Meski menunjukkan tren membaik, angka tersebut masih berada di atas ambang batas 300 ppm. Artinya, air baku di intake Sungai Bilu belum sepenuhnya aman untuk diolah tanpa pengenceran.
Banjarmasin bergantung pada aliran Sungai Martapura yang berhulu di kawasan pegunungan Meratus dan sekitarnya. Saat kemarau panjang, debit air menurun dan air laut masuk lebih jauh ke sungai sehingga kadar garam di intake meningkat.
Hujan di wilayah hulu menambah debit aliran sungai dan mendorong massa air tawar ke hilir. Kondisi ini secara langsung menekan konsentrasi garam di titik pengambilan air baku.
Penurunan kadar garam membuat proses pengolahan air di instalasi lebih ringan. Dampaknya, kebutuhan pasokan air darurat lewat tangki ikut berkurang, baik dari sisi frekuensi maupun durasi pelayanan.
PAM Bandarmasih belum mencabut status siaga darurat air bersih. Kadar garam yang masih di atas ambang batas menjadi alasan utama.
Pelanggan di wilayah yang selama ini dilayani tangki diminta memantau informasi resmi perusahaan. Penghentian layanan tangki lebih awal berlaku selama kualitas air baku terus membaik.
Jika hujan di kawasan hulu berlanjut, durasi operasional tangki berpeluang kembali dipangkas. Sebaliknya, cuaca kering bisa membuat armada tangki kembali beroperasi hingga malam hari.