Kepala Dinas PUPR Kalsel Tekankan Pemeliharaan Terencana Jalan dan Jembatan lewat Bimtek Tenaga Konstruksi

Penulis: Reza Maulana  •  Rabu, 04 November 2026 | 05:17:31 WIB
Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib menekankan pentingnya pemeliharaan terencana jalan dan jembatan dalam Bimtek Ahli Pemeliharaan Jalan dan Jembatan.

BANJARBARU — Pemprov Kalimantan Selatan menilai pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik. Pemeliharaan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan menjadi syarat agar jalan dan jembatan tetap berfungsi dengan baik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel M. Yasin Toyib menyampaikan hal itu di sela Bimbingan Teknis (Bimtek) Ahli Pemeliharaan Jalan dan Jembatan. Menurutnya, pemeliharaan yang baik menjaga kondisi dan fungsi infrastruktur sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan.

Jalan dan Jembatan Dinilai Kunci Konektivitas Antarwilayah

Yasin menyebut infrastruktur jalan dan jembatan berperan strategis bagi konektivitas antarwilayah. Peran itu mencakup kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

"Pemeliharaan yang baik merupakan langkah penting untuk menjaga kondisi dan fungsi infrastruktur, serta menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat sebagai pengguna jalan," ujarnya.

Materi Bimtek: dari Penilaian Kerusakan hingga Kendali Mutu

Melalui Bimtek tersebut, Pemprov Kalsel membekali tenaga kerja konstruksi dengan pengetahuan dan kemampuan teknis di bidang pemeliharaan jalan dan jembatan. Peserta mendapat materi yang menyentuh seluruh tahapan pekerjaan, bukan hanya teori di ruang kelas.

  • Identifikasi dan penilaian kondisi kerusakan
  • Perencanaan penanganan
  • Metode pelaksanaan pemeliharaan
  • Pengendalian mutu
  • Aspek keselamatan dalam pekerjaan konstruksi

"Materi yang diberikan mencakup prinsip-prinsip pemeliharaan, mulai dari identifikasi dan penilaian kondisi kerusakan, perencanaan penanganan, metode pelaksanaan pemeliharaan, pengendalian mutu, hingga aspek keselamatan dalam pekerjaan konstruksi," ungkap Yasin.

Kompetensi Peserta Diarahkan ke Penerapan di Lapangan

Yasin berharap pelatihan tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Peserta diminta menerapkan kompetensi itu langsung dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab profesional di lapangan.

Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan menggali pengetahuan dan pengalaman dari para narasumber.

"Dengan peningkatan kompetensi ini, diharapkan profesionalisme dan kualitas SDM konstruksi semakin baik, sehingga pengelolaan serta pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan di Kalsel dapat dilaksanakan lebih efektif dan berkelanjutan," pungkasnya.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: kalimantanpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top