KALIMANTAN SELATAN — PB Akuatik Indonesia menjadikan Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2026 sebagai ajang pemantauan atlet sebelum menghadapi SEA Games 2027. Kejuaraan di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, 3-12 November 2026 itu dipakai federasi untuk mengumpulkan data performa lintas kelompok umur.
IOAC 2026 tidak sekadar mengejar medali. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Akuatik Indonesia, Wisnu Wardhana, menyebut kejuaraan ini sebagai sarana mengumpulkan catatan waktu terbaik para atlet dari berbagai kelompok umur.
Data personal best itu bakal jadi bahan pertimbangan menyaring atlet yang berpeluang masuk tim Pelatnas SEA Games 2027 maupun Pelatnas junior.
Wisnu menegaskan hasil IOAC 2026 akan dibaca sebagai database perkembangan, bukan hanya papan peringkat akhir. Menurutnya, peningkatan waktu terbaik jadi indikator paling konkret untuk menilai kesiapan atlet.
"Harapan kami tentunya peningkatan prestasi dan juga mendapatkan database peningkatan personal best atau waktu-waktu catatan terbaik untuk bisa menyaring atlet di tim Pelatnas SEA Games dan juga tim Pelatnas junior," kata Wisnu Wardhana.
Pemantauan tidak berhenti di GBK. PB Akuatik Indonesia juga akan mencermati hasil atlet di sejumlah kejuaraan internasional dalam waktu dekat.
SEA Age Group di Malaysia dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga November 2026. Setelah itu, ada Kejuaraan Dunia Renang Jarak Pendek pada Desember mendatang.
Dua ajang tersebut diharapkan melengkapi gambaran perkembangan atlet sebelum masuk fase persiapan menuju SEA Games 2027. Rangkaian kompetisi ini juga jadi tolok ukur apakah catatan di IOAC 2026 bisa dipertahankan di level internasional.
Wisnu menyoroti perkembangan atlet muda Indonesia setelah tampil di Asian Games 2026. Sejumlah perenang mencatatkan waktu terbaik, bahkan memecahkan rekor nasional.
Jason Donovan dan Lee Kor disebut Wisnu sebagai dua nama yang berhasil menorehkan rekor nasional dalam ajang tersebut. Performa keduanya menjadi modal penting bagi federasi untuk memperkuat regenerasi.
Di sisi lain, atlet senior dituntut mampu beradaptasi dengan persaingan yang semakin ketat dari para perenang junior. Kombinasi keduanya bakal menentukan kedalaman skuad Indonesia saat SEA Games 2027 digelar.