BANJARMASIN — Peringatan haul tersebut digelar pada Sabtu (31/10/2026) pagi, dihadiri Wali Kota Muhammad Yamin, Wakil Wali Kota Ananda, dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, alim ulama, tokoh masyarakat, dan keluarga besar Habib Basirih turut hadir dalam rangkaian kegiatan keagamaan itu.
Jamaah datang dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Bagi warga Banjar, Habib Basirih bukan sosok yang hanya dikenang lewat haul tahunan, melainkan bagian dari sejarah perkembangan dakwah Islam di Banjarmasin.
Ajaran dan nilai kebaikan yang diwariskan Habib Basirih menjadi alasan sosoknya tetap dihormati hingga kini. Tradisi haul pun berfungsi sebagai ruang berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat untuk mempererat silaturahmi.
Yamin menilai tradisi itu perlu terus dipelihara sebagai kekayaan budaya religius Kota Banjarmasin. Menurutnya, haul memperkuat hubungan spiritual sekaligus mempertemukan warga dari latar berbeda.
Muhammad Yamin menegaskan bahwa mengenang seorang ulama tidak cukup dengan menghadiri peringatan haul atau berziarah ke makamnya. Hal terpenting adalah mengambil hikmah dari ketulusan, kerendahan hati, dan perjuangan Habib Basirih dalam menyebarkan ajaran Islam.
"Haul ini bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang sosok Habib Basirih, tetapi juga bagaimana kita bisa mengambil teladan dari perjuangan dan akhlak beliau. Nilai ketulusan, kerendahan hati, serta kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW harus terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Yamin.
Nilai-nilai tersebut dinilai semakin penting ditanamkan kepada generasi muda di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman. Keimanan, akhlak baik, dan kecintaan kepada Allah SWT serta Rasulullah SAW harus menjadi landasan bersikap dan berinteraksi di lingkungan masyarakat.
Yamin berharap generasi muda tidak hanya mengenal nama para ulama, tetapi juga mempelajari perjuangan dan meneladani akhlak mereka. Dengan begitu, nilai keislaman tetap terjaga dan menjadi bagian dari karakter generasi penerus.
"Saya berharap generasi muda tidak hanya mengenal nama para ulama, tetapi juga mempelajari perjuangan dan meneladani akhlak mereka. Dengan begitu, nilai-nilai keislaman tetap terjaga dan menjadi bagian dari karakter generasi penerus," tambahnya.
Peringatan Haul ke-80 ini menjadi pengingat bahwa warisan terbesar seorang ulama bukan hanya nama yang terus dikenang. Nilai kebaikan yang tetap diamalkan dan diteruskan generasi berikutnya adalah bentuk penghormatan yang paling nyata.