Status Siaga Darurat Karhutla Kalsel Diperpanjang hingga 30 November 2026, 28.862 Hektare Lahan Sudah Terbakar

Penulis: Udin Syamsul  •  Minggu, 01 November 2026 | 07:46:31 WIB
Petugas gabungan berpatroli memantau titik panas di wilayah rawan karhutla Kalimantan Selatan.

BANJARBARU — Keputusan perpanjangan mengemuka di posko penanganan karhutla setelah tim gabungan melaporkan penurunan jumlah titik panas di sejumlah wilayah. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tetap dilanjutkan hingga akhir Oktober dan kini memasuki fase keempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Ronny menyebut hujan yang turun beberapa kali dalam tiga hari terakhir menurunkan suhu permukaan secara signifikan. Efeknya, sebagian titik api berhasil dipadamkan dan tidak ada kemunculan titik api baru.

Hujan Tiga Hari Terakhir Turunkan Suhu Permukaan

Ronny menyampaikan hal itu saat ditemui di posko penanganan karhutla, pekan lalu. Menurutnya, wilayah Barito Kuala (Batola) yang sebelumnya masuk daerah rawan kini mulai bersih dari titik panas dan titik api.

"Baik terima kasih, jadi memang tiga hari terakhir sudah beberapa kali hujan turun di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan, alhamdulillah dengan turunnya hujan menurunkan suhu permukaan Kalimantan Selatan secara signifikan termasuk juga memadamkan beberapa titik api yang ada," ujar Ronny.

Meski demikian, pemadaman belum tuntas. Sejumlah titik asap masih muncul dan menjadi konsentrasi tim di lapangan.

"Sampai saat ini sementara hanya ada beberapa titik asap, titik api sementara belum ada kita harapkan tidak ada titik api baru. Memang ada masih beberapa asap yang masih belum padam sebelumnya. Itu menjadi konsentrasi kawan-kawan dalam pemadaman. Setelah dilakukan patroli sekitar empat hektar lah yang masih berasap di seluruh Kalsel," jelasnya.

28.862 Hektare Lahan Terbakar, Patroli Udara Terus Jalan

Angka luasan lahan terbakar dihimpun dari patroli udara rutin tim gabungan. Ronny mencatat total area yang terdampak karhutla di Kalsel mencapai 28.862 hektare.

"Kalau luasan yang terbakar sampai dengan hari ini sekitar 28 ribu 862 hektar," katanya.

Patroli udara dan darat tetap digelar di daerah-daerah rawan. Tujuannya memastikan kemunculan titik api baru bisa ditangani cepat sebelum meluas.

"Batola alhamdulillah sudah mulai tidak ada titik panas dan titik api, namun memang masih ada beberapa daerah rawan yang tentu saja terus kita patroli sehingga apabila ada kemunculan titik api segera bisa kita atasi," jelas Ronny.

Alasan Perpanjangan: Prediksi Hujan Normal Baru Datang November

Status siaga darurat semula berakhir 31 Oktober 2026. Perpanjangan hingga 30 November diambil berdasarkan prediksi BMKG bahwa hujan dengan pola normal baru tiba pada November.

"Betul, jadi memang untuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini berstatus siaga darurat sampai dengan 31 Oktober, melihat hasil prediksi dari kawan-kawan di BMKG bahwa hujan normal itu akan datang nanti di bulan November, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, mengantisipasi terjadinya kebakaran-kebakaran baru maka status siaga darurat kita perpanjang sampai dengan 30 November. Jadi per 1 November sampai dengan 30 November itu perpanjangan status siaga darurat," pungkas Ronny.

Dengan perpanjangan itu, seluruh posko dan tim gabungan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota tetap beroperasi penuh hingga akhir November. Warga diminta melaporkan aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu karhutla baru.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: newsway.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top