KALIMANTAN SELATAN — Pengamat sepak bola nasional Aris Budi Sulistyo menilai peluang Timnas Indonesia mengalahkan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 cukup besar. Laga puncak digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 19.30 WIB, dengan status tuan rumah menjadi salah satu keuntungan skuad Garuda.
Duel Indonesia kontra Thailand disebut sebagai final ideal. Tim asuhan John Herdman sedang menanjak dalam beberapa tahun terakhir dan tampil di hadapan pendukung sendiri, sementara Thailand datang sebagai tim paling sukses di kawasan ASEAN dengan dominasi panjang di Piala AFF.
Menurut Aris, status tuan rumah jadi modal berharga yang wajib dimaksimalkan. Namun ia mengingatkan Thailand tetap lawan berat yang punya rekam jejak panjang sebagai momok bagi Indonesia.
Aris menyebut Thailand sebagai tim berkualitas yang sudah bertahun-tahun menyulitkan Indonesia. Tingginya tensi laga final membuat faktor mental ikut menentukan siapa yang keluar sebagai juara.
"Perlu diingat bahwa Thailand adalah tim yang berkualitas. Lawan yang berat bagi Indonesia. Sudah bertahan-tahun mereka menjadi momok bagi Indonesia," tutur Aris Budi Sulistyo kepada Bola.com, Sabtu (3/10/2026).
"Tapi Indonesia sekarang sudah diperhitungkan, bermain di hadapan pendukung sendiri, jelas menjadi keuntungan," lanjut dia.
Mantan pemain Arseto Solo, Arema Malang, hingga Persik Kediri itu menilai Indonesia perlu berani mengandalkan kerja sama di tiga per empat lapangan. Ia melihat hanya Ole Romeny yang paling banyak menjalankan peran membuka ruang secara kreatif.
"Harus berani mengandalkan kerja sama di 3/4 lapangan. Harus benar-benar ada pemain yang lebih kreatif dalam membuka ruang, saya lihat hanya Ole Romeny yang paling banyak melakukan peran ini," bebernya.
Perhatian Aris juga tertuju pada Elkan Baggott. Ia berharap bek tengah itu meminimalisir kesalahan dalam menjaga area sendiri, terutama setelah Indonesia kecolongan dua gol melawan Bangladesh.
"Perhatian saya ada pada Elkan Baggott, semoga dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan dalam penjagaan di areanya seperti kecolongan dua gol melawan Bangladesh kemarin," tandas pria asal Solo itu.
Thailand akan diperkuat sejumlah pilar utama. Kiper Saranon Anuin, bek kiri Nicholas Mickelson, gelandang Sarach Yooyen, ruh permainan Chanathip Songkrasin, hingga bomber Supachai Chaided menjadi nama yang paling diwaspadai.
Chanathip Songkrasin tetap menjadi pengatur serangan utama Thailand. Supachai Chaided di lini depan punya insting mencetak gol yang sudah terbukti di level kawasan.
Data dari 11v11 mencatat Indonesia dan Thailand sudah bertemu 78 kali. Sejak pertemuan pertama pada 31 Agustus 1957 di Turnamen Merdeka, Thailand lebih dominan dengan 37 kemenangan berbanding 25 milik Indonesia.
Sebanyak 16 pertandingan lainnya berakhir imbang. Catatan ini membuat laga final nanti bukan sekadar soal kualitas permainan, tetapi juga soal siapa yang lebih siap menghadapi tekanan.
Final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi kesempatan Indonesia memangkas jarak rekor sekaligus menegaskan posisi sebagai kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara.