KALIMANTAN SELATAN — Banjir yang melanda 41 provinsi di Thailand memaksa Honda menghentikan sementara produksi sepeda motor di salah satu pabriknya pada 28-29 September. Lebih dari 580.000 rumah terdampak dan sedikitnya delapan orang meninggal, sementara Bangkok masih terendam hingga setinggi pinggang di sejumlah kawasan.
Hujan deras yang turun sejak akhir pekan memicu banjir di 41 provinsi Thailand sejak 16 September. Curah hujan di Bangkok mencapai 320 milimeter dalam dua hingga tiga hari, jumlah yang hampir setara dengan curah hujan normal ibu kota selama satu bulan penuh di bulan September.
Volume air sebesar itu membuat jaringan drainase kota kewalahan. Pada Senin (28/9), sejumlah kawasan Bangkok masih terendam hingga setinggi pinggang.
Sedikitnya 5.901 orang telah dipindahkan ke 234 pusat evakuasi. Lebih dari 80.000 warga di wilayah terdampak masih tidak dapat meninggalkan rumah mereka.
Banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga mengganggu transportasi dan aktivitas industri di berbagai provinsi.
Dikutip Paultan, banjir memaksa Honda menghentikan sementara produksi sepeda motor di salah satu pabriknya. Penghentian berlangsung pada tanggal 28 dan 29 September setelah banjir mengganggu kegiatan operasional.
Pabrik tersebut diperkirakan kembali beroperasi pada 30 September. Honda belum memberikan indikasi apakah penghentian ini akan berdampak lebih luas terhadap total produksi.
Federasi Industri Thailand (FTI) menyatakan sebagian besar pabrik kendaraan dan pengiriman suku cadang tetap beroperasi. Target produksi kendaraan nasional sebanyak 1,45 juta unit untuk tahun 2026 tidak mengalami perubahan.
Artinya, dampak langsung baru terasa pada lini produksi sepeda motor Honda, bukan pada sektor manufaktur otomotif Thailand secara keseluruhan.
Pihak berwenang terus memantau kondisi banjir di kawasan industri wilayah timur Thailand, termasuk Prachin Buri dan Rayong. Kedua wilayah itu menjadi basis manufaktur otomotif yang signifikan.
Penghentian sementara operasional Honda menyoroti kerentanan sektor manufaktur Thailand ketika banjir meluas ke berbagai provinsi dan mengganggu transportasi serta aktivitas industri.