KALIMANTAN SELATAN — Timnas Indonesia harus menyelesaikan laga melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan 10 pemain setelah Thom Haye diusir wasit. Kartu merah gelandang tersebut lahir dari peninjauan VAR yang membatalkan keputusan awal wasit.
Insiden itu terjadi di lapangan tengah pertandingan. Pada menit ke-34, Haye berusaha merebut bola dari Arif Aiman, tetapi kakinya justru mengenai kaki belakang pemain Malaysia tersebut.
Wasit yang memimpin laga awalnya memberikan kartu kuning kepada Haye. Keputusan itu tidak bertahan lama karena VOR mengirim instruksi untuk melakukan peninjauan VAR, menimbang pelanggaran tersebut berpotensi diganjar kartu merah.
Setelah meninjau ulang tayangan VAR, wasit membatalkan kartu kuning yang sudah dikeluarkan. Ia kemudian mengeluarkan kartu merah dari sakunya dan mengusir Haye dari lapangan.
Sejak menit ke-37, Indonesia harus bermain dengan 10 pemain. Kondisi ini langsung dimanfaatkan Malaysia untuk mengurung pertahanan Indonesia dan menekan lini belakang skuad Garuda.
Keunggulan jumlah pemain membuat Malaysia lebih leluasa menguasai bola di area pertahanan Indonesia. Serangan demi serangan dilancarkan untuk mencari celah di lini belakang yang kini kehilangan satu pemain di sektor tengah.
Indonesia dihadapkan pada pilihan sulit. Bertahan total menjadi opsi paling realistis sambil sesekali mengandalkan serangan balik untuk meredam tekanan Malaysia.
Bermain dengan 10 pemain selama lebih dari separuh pertandingan memaksa pelatih Indonesia menata ulang komposisi. Rotasi pemain dan perubahan formasi menjadi langkah yang hampir pasti diambil untuk menjaga keseimbangan tim.
Kartu merah Haye juga menjadi catatan tersendiri di laga ini. Pelanggaran di area tengah lapangan berubah menjadi hukuman berat setelah intervensi VAR, momen yang jarang terjadi di pertandingan level ini.
Sisa pertandingan menjadi ujian ketahanan bagi Indonesia. Tekanan Malaysia yang terus meningkat menuntut disiplin bertahan tinggi dari para pemain yang tersisa di lapangan.