KALIMANTAN SELATAN — Jaecoo Indonesia resmi memperkenalkan Genuine Body Kit untuk J5 EV, aksesori yang desainnya digodok dari masukan 1.126 responden program Co-Creation. Meski sudah diserahkan ke 10 pelanggan dalam acara Jaecoo Weekend Drive di Jakarta, body kit ini masih belum dijual terpisah dan baru tersedia lewat bundling program J5 EV.
Perkenalan aksesori resmi ini berlangsung dalam temu pelanggan bertajuk Jaecoo Weekend Drive: J5 EV Co-Creation, Jaecoo Genuine for You di The Terrace, Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Sekitar 100 unit J5 EV yang sudah dimodifikasi pemiliknya memeriahkan acara tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Jaecoo menyerahkan Genuine Body Kit kepada 10 pelanggan terpilih. Penyerahan ini menandai tahap akhir dari proses pengembangan aksesori yang melibatkan langsung calon pembeli dan pemilik J5 EV.
Program Co-Creation yang jadi dasar pengembangan body kit ini melibatkan 1.126 responden. Mereka terdiri dari calon pelanggan dan pemilik J5 EV yang memberi masukan lewat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Masukan yang dikumpulkan mencakup desain body kit, warna atap, panel instrumen, hingga pilihan pelek dan ban. Dari hasil survei tersebut, kesan sporty dan premium jadi dua karakter yang paling banyak diasosiasikan responden dengan desain J5 EV.
Sebelum resmi diperkenalkan sebagai aksesori, Genuine Body Kit sudah lebih dulu ditampilkan sebagai bagian dari bundling program J5 EV di GIIAS 2026. Sampai sekarang, aksesori ini belum dijual terpisah.
Brand Manager Omoda Jaecoo Indonesia Alexander Haimir menyebut personalisasi sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan pelanggan bersama Jaecoo.
"Melalui program Co-Creation, kami juga ingin memastikan bahwa suara pelanggan menjadi bagian dari perjalanan pengembangan kami," ujarnya.
Alexander menyebut Genuine Body Kit sebagai awal dari berbagai bentuk kolaborasi dengan komunitas J5. Pernyataan ini mengisyaratkan bakal ada aksesori atau program lanjutan yang menyasar basis pemilik J5 EV di Indonesia.
Pendekatan co-creation semacam ini bukan hal baru di industri otomotif, tapi skala partisipasinya terbilang besar untuk ukuran aksesori aftermarket resmi. Keputusan Jaecoo menahan penjualan terpisah bisa dibaca sebagai strategi menjaga eksklusivitas bundling sekaligus mengukur permintaan riil sebelum melepas produk ke pasar bebas.
Bagi pemilik J5 EV yang tidak masuk program bundling, kejelasan soal ketersediaan dan harga body kit ini masih jadi pertanyaan yang belum terjawab.