Livin' Merchant Perluas Jangkauan ke Non-Urban, 63% Pengguna di Luar Kota

Penulis: Toni Haryadi  •  Jumat, 25 September 2026 | 15:24:31 WIB
Bank Mandiri mencatat 63 persen pengguna Livin' Merchant berada di wilayah non-urban hingga Juni 2026.

KALIMANTAN SELATAN — Bank Mandiri mencatat 63 persen pengguna Livin' Merchant berada di wilayah non-urban hingga Juni 2026, menandakan penetrasi solusi pembayaran digital ke pelaku usaha daerah makin dalam. Platform ini mengintegrasikan penerimaan QRIS, pencatatan transaksi, pengelolaan stok, hingga pembelian barang dagangan dalam satu aplikasi. Bank berlogo pita emas itu memperkuat Livin' Merchant sebagai kanal utama bagi UMKM yang ingin mengelola penjualan secara praktis.

Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Adhita Jona Warsito, mengatakan digitalisasi membuka peluang bagi pelaku usaha menjalankan bisnis dengan cara yang lebih sederhana dan efisien. Karena itu, Bank Mandiri terus mengembangkan Livin' Merchant agar mengikuti dinamika kebutuhan usaha di lapangan.

"Bagi pelaku usaha, kemudahan dalam bertransaksi merupakan bagian penting dari aktivitas bisnis sehari-hari. Melalui Livin' Merchant, kami ingin menghadirkan solusi yang praktis, mudah digunakan, dan relevan dengan kebutuhan pelaku usaha, mulai dari menerima pembayaran hingga mengelola aktivitas penjualan," ujar Jona dalam keterangan resmi pada Jumat (25/9).

QRIS Statis dan Dinamis, Notifikasi Audio Real-Time

Dari sisi pembayaran, Livin' Merchant memungkinkan pelaku usaha menerima transaksi melalui QRIS statis maupun dinamis. Setiap pembayaran masuk disertai notifikasi real-time berupa audio penyebutan nilai nominal, sehingga merchant lebih mudah memantau arus kas harian tanpa harus membuka aplikasi berulang kali.

Fleksibilitas pencairan dana menjadi nilai tambah lain. Pelaku usaha dapat memilih skema pencairan sesuai kebutuhan, mulai dari real-time hingga pencairan dana sampai lima kali dalam sehari. Skema ini memberi ruang bagi merchant menyesuaikan pengelolaan dana dengan kebutuhan operasional bisnis, terutama untuk usaha dengan perputaran barang cepat.

Fitur Belanja dan Multi-Outlet untuk Usaha Berjejaring

Livin' Merchant tidak hanya berhenti pada transaksi. Melalui fitur Belanja, pelaku usaha dapat mencari dan membeli barang dagangan maupun kebutuhan usaha dari distributor yang terhubung dengan ekosistem Livin' Merchant. Fitur ini memangkas rantai pengadaan yang biasanya memakan waktu dan biaya tersendiri bagi UMKM.

Fitur multi-outlet dan multi rekening memungkinkan pelaku usaha yang memiliki beberapa lokasi bisnis mengelola aktivitas usahanya dalam satu aplikasi. Pemilik usaha tidak perlu lagi membuka laporan terpisah untuk setiap cabang.

Jangkauan Non-Urban dan Program Hyperlocal UMKM

Hingga Juni 2026, sebanyak 63 persen pengguna Livin' Merchant berada di wilayah non-urban. Data itu menunjukkan pemanfaatan solusi digital semakin menjangkau pelaku usaha di daerah, sekaligus menjadi bagian dari transformasi nyata melalui pemanfaatan teknologi dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Sejalan dengan semangat HUT ke-28 bertema "Tumbuh Bersama Majukan Indonesia", Bank Mandiri menyediakan berbagai program pendukung, termasuk Hyperlocal UMKM. Program ini memberi apresiasi dan eksposur luas kepada merchant melalui promosi berbasis komunitas dan wilayah.

"Semangat Tumbuh Bersama Majukan Indonesia kami wujudkan dengan membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk berkembang. Kami ingin Livin' Merchant tidak hanya menjadi sarana untuk menerima pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan pelaku usaha dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya," tutur Jona.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha dan Investor Perbankan

Bagi pelaku usaha, integrasi pembayaran, pencatatan stok, dan pengadaan barang dalam satu platform memangkas kebutuhan aplikasi terpisah. Efisiensi ini relevan terutama bagi UMKM dengan sumber daya terbatas yang ingin mencatat transaksi secara rapi tanpa menambah beban administrasi.

Bagi investor, penetrasi ke wilayah non-urban menjadi indikator pertumbuhan basis pengguna layanan transaksi Bank Mandiri di segmen yang selama ini kurang tergarap. Segmen UMKM umumnya menyumbang volume transaksi mikro yang stabil dan berulang, meski nilai per transaksi relatif kecil.

"Ketika pelaku usaha dapat bertransaksi dengan lebih mudah dan mengelola bisnis secara lebih praktis, maka semakin besar pula ruang bagi mereka untuk mengembangkan usahanya. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Bank Mandiri untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui semangat Melayani Sepenuh Hati," pungkas Jona.

Livin' Merchant menjadi instrumen Bank Mandiri memperkuat ekosistem digital yang mendukung kebutuhan pelaku usaha, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi UMKM berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top