KALIMANTAN SELATAN — Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sering hanya disimpan di tas tanpa pernah dibaca isinya. Padahal di dalamnya ada lembar menyambut persalinan yang membantu ibu dan keluarga menyiapkan tempat bersalin, transportasi, biaya, hingga calon pendonor darah sejak jauh hari. Berikut panduan memanfaatkan Buku KIA agar persalinan lebih tenang.
Dosen Prodi Kebidanan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Irma Nurma Linda, S.Keb., Bd., M.Keb., menyebut Buku KIA sebagai sumber ilmu yang lengkap. Mulai dari proses kehamilan, masa setelah bersalin, bayi, hingga balita, semuanya tercatat dalam satu buku.
Sayangnya, banyak ibu hanya menyimpannya sebagai syarat administrasi saat periksa kandungan. Padahal informasi di dalamnya bisa jadi pegangan keluarga saat menghadapi situasi darurat.
Salah satu bagian penting dalam Buku KIA adalah lembar menyambut proses persalinan. Lembar ini berfungsi membantu keluarga melakukan perencanaan sebelum hari persalinan tiba.
Irma menjelaskan, lembar tersebut membantu ibu dan keluarga mengenali berbagai hal yang perlu dipersiapkan. Mulai dari menentukan tempat persalinan, pendamping, transportasi, pembiayaan, hingga kesiapan calon pendonor darah.
Perencanaan persalinan tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu hamil. Suami dan anggota keluarga juga perlu terlibat, terutama dalam mengambil keputusan apabila terjadi kondisi darurat.
Keterlibatan keluarga diperlukan karena persalinan tidak selalu berlangsung sesuai waktu yang diperkirakan. Ketika terjadi komplikasi dan ibu membutuhkan rujukan, keputusan yang cepat dapat membantu proses penanganan.
Irma menyebutkan beberapa hal yang perlu dipersiapkan keluarga sebelum persalinan:
Persiapan tersebut penting agar keluarga tidak kebingungan ketika kondisi darurat terjadi. Semua rencana ini bisa dicatat langsung di lembar yang tersedia di Buku KIA.
Irma mengingatkan ibu hamil untuk tidak hanya menyimpan Buku KIA, tetapi memahami informasi yang terdapat di dalamnya. Buku tersebut juga perlu dibawa saat melakukan pemeriksaan kehamilan.
Dengan begitu, tenaga kesehatan dapat melihat catatan dan perkembangan kondisi ibu. Riwayat pemeriksaan yang lengkap memudahkan bidan atau dokter mengambil keputusan medis bila diperlukan.
Selain mendukung persiapan persalinan, Buku KIA berperan dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Karena itu, literasi terhadap isi Buku KIA perlu ditingkatkan agar informasi yang tersedia benar-benar dimanfaatkan.
Luangkan waktu membacanya bersama suami atau keluarga, bukan hanya saat ada jadwal periksa. Semakin dini persiapan dilakukan, semakin tenang ibu menyambut hari persalinan.