BANJARMASIN — Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar mulai berdampak ke Banjarmasin. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin merespons dengan menyiapkan posko lapangan di tiga kecamatan serta membagikan ribuan masker kepada warga yang beraktivitas di luar rumah.
Sebanyak 4.200 masker telah didistribusikan dalam dua kegiatan berbeda. Pembagian pertama dilakukan di kawasan bawah Flyover Simpang Empat Gatot Subroto, kemudian dilanjutkan di Bundaran Kayu Tangi pada Minggu (6/9/2026) bersama Wakil Walikota Banjarmasin.
Kepala BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin menyebut penanganan karhutla berjalan pada dua sisi sekaligus. Pertama, memastikan kebakaran lahan di dalam kota segera dikendalikan.
“Begitu ada kebakaran lahan, cepat diatasi sehingga tidak menyebar luas. Luasannya pun tidak begitu besar,” ujar Husni.
Sisi kedua adalah mengurangi dampak kabut asap yang terbawa angin dari kabupaten tetangga. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena Banjarmasin tidak memiliki sumber asap, tetapi tetap merasakan dampaknya.
“Walaupun tidak ada sumber asap, Banjarmasin tetap merasakan fenomena asap. Kita terdampak dari kabupaten mana pun karena arah angin membawa asap ke wilayah kita,” katanya.
Sebagai antisipasi jika kondisi karhutla meningkat, Pemko Banjarmasin menyiapkan tiga posko lapangan di Banjarmasin Utara, Banjarmasin Selatan, dan Banjarmasin Timur. Posko ini berfungsi mendekatkan petugas dengan masyarakat.
“Posko ini untuk mendekatkan petugas kepada masyarakat, mengurangi keresahan dan memberikan rasa aman. Kalau terjadi kebakaran lahan, tindakan bisa lebih cepat diambil,” timpal Husni.
Pemko Banjarmasin juga menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik pada 7–9 September 2026. Kebijakan ini akan dievaluasi mengikuti perkembangan kualitas udara.
Warga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara memburuk. Layanan kesehatan disiapkan melalui puskesmas bagi warga yang mengalami keluhan setelah terpapar asap.
Distribusi masker akan dilanjutkan ke kawasan yang terdampak masif, seperti Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur.
Rangkaian langkah ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar di Ruang Rapat Walikota Banjarmasin, Selasa (08/09/2026).
“Yang kita lakukan adalah memastikan masyarakat terlindungi dan seluruh perangkat pemerintah siap bergerak sesuai perkembangan situasi,” ujar Tezar.
Pemko Banjarmasin akan terus memantau perkembangan karhutla dan kondisi udara, kemudian menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan situasi di lapangan.