Danantara Rombak Total Rumah Sakit BUMN IHC, Target Setara RS Global

Penulis: Udin Syamsul  •  Sabtu, 05 September 2026 | 08:07:31 WIB
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan Danantara mendorong transformasi menyeluruh IHC untuk mencapai standar rumah sakit global.

KALIMANTAN SELATAN — Peta persaingan industri kesehatan global yang semakin ketat memaksa BUMN untuk berbenah diri. Holding rumah sakit milik negara yang menaungi jaringan RS Pertamina ini tidak hanya dituntut memperbaiki pelayanan, tetapi juga membangun ekosistem korporasi medis yang unggul dan efisien.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa transformasi ini menjadi prioritas utama. "Danantara mendorong transformasi menyeluruh IHC untuk membangun perusahaan kesehatan berstandar global melalui penguatan manajemen, proses bisnis, tata kelola, serta peningkatan kompetensi untuk mewujudkan world-class talent," ujarnya dalam keterangan resmi akhir pekan ini.

Mengapa IHC Perlu Dirombak Total?

Sebagai holding yang menaungi belasan rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia, IHC selama ini menghadapi tantangan klasik: standar layanan yang tidak merata dan birokrasi operasional yang kerap menghambat ekspansi. Tanpa perombakan mendasar, jaringan RS pelat merah ini berisiko tertinggal jauh dari kompetitor swasta yang sudah lebih dulu mengadopsi praktik manajemen modern.

Transformasi yang digagas Danantara ini tidak hanya menyentuh permukaan. Ada tiga pilar utama yang menjadi fondasi perubahan: penguatan tata kelola korporasi, modernisasi proses bisnis, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Ketiganya dirancang untuk merombak total postur operasional jaringan rumah sakit plat merah tersebut.

Yang menarik, langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa holding RS BUMN tidak lagi sekadar menjalankan fungsi sosial, tetapi juga harus sehat secara bisnis. Efisiensi operasional menjadi kata kunci agar setiap rumah sakit di bawah naungan IHC bisa mandiri dan berkontribusi pada ekosistem layanan kesehatan nasional.

Pemetaan Awal: Fondasi Menuju Standar Internasional

Tahapan awal transformasi ini tidak dilakukan secara terburu-buru. Danantara memulai dengan evaluasi komprehensif terhadap kelayakan model bisnis yang berjalan selama ini. Dinamika serapan pasar juga menjadi perhatian—bagaimana kebutuhan masyarakat terhadap layanan rumah sakit berkembang, dan apakah IHC mampu menjawabnya.

Kapasitas operasional internal perusahaan turut dipetakan secara detail. Hasil pemetaan ini nantinya menjadi fondasi utama dalam menyusun peta jalan pengembangan fasilitas kesehatan berstandar internasional. Dengan kata lain, setiap keputusan strategis ke depan akan berbasis data, bukan sekadar intuisi.

Langkah ini menjadi penting mengingat ekosistem kesehatan Indonesia tengah bertransformasi besar-besaran. Program pemerintah di bidang pelayanan kesehatan membutuhkan rumah sakit yang tidak hanya tersebar luas, tetapi juga memiliki mutu yang setara di setiap daerah. IHC, dengan jaringan yang dimilikinya, bisa menjadi tulang punggung layanan kesehatan BUMN jika dikelola dengan benar.

Ke depan, publik akan menunggu langkah konkret berikutnya dari Danantara dan manajemen IHC. Apakah akan ada pergantian direksi, efisiensi cabang yang tidak produktif, atau justru ekspansi rumah sakit baru di daerah yang belum terlayani? Semua opsi itu terbuka, selama berpijak pada hasil evaluasi yang sedang berjalan.

Yang jelas, komitmen untuk menciptakan rumah sakit BUMN berkelas dunia sudah dicanangkan. Kini tinggal eksekusi di lapangan yang menentukan apakah IHC mampu membuktikan diri sebagai pemain utama di industri kesehatan nasional, bukan sekadar pemain pelengkap.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top