Purnatugas dari Sekda HST, Muhammad Yani Fokus Kembangkan Balai Rakyat Kreatif untuk 480 Anggota Seni

Penulis: Udin Syamsul  •  Rabu, 02 September 2026 | 14:38:32 WIB
Muhammad Yani menghadiri acara ramah tamah purna tugas sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Pendopo Bupati HST, Rabu (waktu setempat).

Muhammad Yani resmi mengakhiri masa baktinya sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. Pria yang akrab dengan dunia seni dan budaya ini memilih untuk melanjutkan pengabdian dengan mengembangkan ruang kreativitas bagi ratusan anak muda di Bumi Murakata.

BARABAI — Muhammad Yani resmi memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. Momen ini ditandai dengan kegiatan ramah tamah di Pendopo Bupati HST pada Rabu (waktu setempat).

Di usianya yang kini berpindah haluan dari birokrasi, Yani menegaskan bahwa pensiun bukanlah akhir dari segalanya. Ia justru melihat fase ini sebagai ruang baru untuk menentukan bentuk pengabdian berikutnya kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, saya telah menunaikan tugas sebagai ASN. Masa pensiun justru menjadi ruang baru untuk menentukan bentuk pengabdian berikutnya," ujarnya usai acara purna tugas.

Fokus pada Pengembangan Seni dan Generasi Muda

Selepas meninggalkan pemerintahan, Yani tidak berencana untuk berhenti berkegiatan. Perhatian utamanya akan kembali tertuju pada pengembangan Balai Rakyat Kreatif Hub, sebuah ruang yang ia inisiasi untuk mewadahi potensi anak muda di kabupaten yang berjuluk Bumi Murakata ini.

Lembaga tersebut menaungi berbagai aktivitas seni dengan jumlah anggota yang tidak sedikit. Setidaknya ada 300 penari pelajar yang tergabung dalam Gendewa Studio Art Murakata, serta 180 anggota Murakata Symphony Orkestra. Kegiatan pengembangan diri seperti Public Speaking dan English Club juga berjalan di bawah naungan yang sama.

Mengajar, Mengurus Kebun, dan Peluang Politik

Selain berkutat di bidang seni dan budaya, pria yang dikenal dekat dengan masyarakat ini juga berencana untuk kembali mengurus kebun pribadinya. Lahan tersebut ia konsep sebagai tempat konservasi, sejalan dengan keinginannya untuk tetap dekat dengan alam dan warga sekitar.

Pengalamannya selama puluhan tahun di pemerintahan pun masih diminati. Yani mengaku masih mendapat kepercayaan untuk mengajar di Program Studi Ekonomi Pembangunan pada PSDKU Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di daerahnya.

Meski telah pensiun dari ASN, Yani tidak menutup kemungkinan untuk aktif di dunia politik. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut hanya akan diambil jika dinilai efektif untuk melanjutkan pengabdian.

"Kalau satu saat kita memandang jalur politik ini efektif, insyaallah kita akan masuk. Tetapi kalau jalur yang ada sudah berkembang dengan bagus, kita tidak terlalu terikat dengan politik," jelasnya.

Rangkaian rencana kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pensiun bagi Muhammad Yani bukan berarti berhenti bergerak. Justru ia bertekad untuk terus memberikan kontribusi bagi daerah dalam kapasitas dan versi pengabdian yang berbeda dari sebelumnya.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top