MARTAPURA — Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pendidikan mulai mengaktifkan status siaga terhadap dampak kabut asap di lingkungan sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, meminta seluruh satuan pendidikan memantau kondisi udara secara berkala dan bersiap mengalihkan metode belajar apabila situasi semakin memburuk.
Kebijakan ini tidak diterapkan seragam di semua sekolah. Pihak sekolah diberikan kewenangan untuk menyesuaikan pola pembelajaran dengan kondisi wilayah masing-masing, selama tetap mengikuti arahan pemerintah daerah.
Liana menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini. Ia meminta sekolah segera melakukan penyesuaian jika kabut asap terpantau semakin pekat dan berpotensi mengganggu kesehatan anak didik.
"Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi perhatian utama. Kami terus memantau kondisi sekolah-sekolah dan menyiapkan langkah alternatif apabila situasi kabut asap semakin memburuk," ujar Liana di Martapura, Sabtu (29/8).
PJJ disiapkan sebagai opsi agar proses pendidikan tidak terhenti total. Dengan skema tersebut, siswa tetap bisa mengikuti kegiatan belajar dari rumah tanpa harus beraktivitas di luar ruangan yang terpapar asap.
Selain memantau kondisi lingkungan, Disdik Kabupaten Banjar juga meminta sekolah memperkuat komunikasi dengan orang tua murid. Sekolah diminta segera melaporkan kendala yang muncul, terutama jika ada peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan akibat menghirup asap.
"Pembelajaran tetap harus berjalan, namun kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu kami menyiapkan berbagai opsi agar pendidikan tetap berlangsung dengan aman," katanya.
Di luar sektor pendidikan, Pemkab Banjar terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani karhutla dan memantau perkembangan kualitas udara. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap memburuk, menggunakan masker, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.