BANJARMASIN — Tahapan wawancara dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjadi gerbang terakhir yang harus dilewati para calon Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Periode 2026-2029. Panitia pemilihan saat ini masih menunggu kepastian jadwal dari Kemendikbudristek untuk melangsungkan sesi yang menentukan tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor ULM, Ifran, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan internal kampus telah rampung. Kini, pihaknya hanya tinggal menunggu undangan resmi dari kementerian untuk menjadwalkan wawancara langsung dengan menteri.
Ifran menyampaikan, momen penentuan kepemimpinan kampus tertua di Kalimantan Selatan ini tinggal selangkah lagi. Proses wawancara dengan orang nomor satu di Kemendikbudristek merupakan agenda puncak yang akan memutuskan siapa pengganti rektor periode sebelumnya.
“Tahapan internal sudah selesai, kita sekarang berada di fase akhir,” ujar Ifran. Pernyataan ini menegaskan bahwa seluruh proses seleksi yang melibatkan senat universitas telah berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Universitas Lambung Mangkurat merupakan salah satu perguruan tinggi negeri tertua dan terbesar di wilayah Kalimantan Selatan. Proses suksesi kepemimpinan di kampus ini selalu menjadi perhatian publik, baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat Banjarmasin.
Keputusan akhir dari Kementerian nantinya akan menentukan arah kebijakan dan pengembangan ULM untuk empat tahun ke depan. Publik menantikan figur pemimpin yang mampu membawa kampus ini beradaptasi dengan arus modernisasi pendidikan tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, panitia pelaksana masih menunggu konfirmasi resmi terkait hari dan tanggal pelaksanaan wawancara. Tidak ada keterangan pasti kapan surat undangan dari Kemendikbudristek akan diterima oleh pihak universitas.
Setelah wawancara selesai dilakukan, hasil akhir pemilihan rektor akan segera diumumkan dan ditetapkan melalui surat keputusan resmi dari kementerian. Proses ini menjadi penutup dari rangkaian panjang seleksi calon pemimpin baru ULM.