KALIMANTAN SELATAN — Kenaikan atau penurunan BI Rate—yang biasa menjadi acuan suku bunga kredit perbankan—tidak berdampak langsung pada biaya asuransi kendaraan. Mekanisme perhitungan premi di industri asuransi didasarkan pada prinsip risiko yang diasuransikan, bukan pada biaya dana (cost of fund) seperti halnya kredit mobil.
Laurentius Iwan Pranoto menjelaskan, proses pengecekan tarif premi berawal dari data spesifik kendaraan dan pemiliknya. "Sebetulnya rate itu yang dicek adalah tahunnya, harga mobilnya, kemudian wilayahnya dan penggunanya apa," ujar Iwan dalam keterangan yang dikutip dari Kompas.com.
Keempat variabel ini menjadi acuan utama bagi Asuransi Astra dalam menghitung besaran premi. Artinya, dua unit mobil dengan jenis mesin berbeda—misalnya bensin dan hybrid—bisa dikenakan tarif yang persis sama jika harga jual, tahun pembuatan, lokasi domisili, dan profil pemiliknya identik.
Salah satu poin yang kerap menimbulkan pertanyaan adalah apakah mobil listrik atau hybrid dikenakan premi lebih mahal. Iwan menegaskan, jenis mesin—entah bensin, diesel, hybrid, maupun listrik—bukanlah variabel penentu tarif. "Mobil bermesin bensin, diesel, hybrid, maupun listrik akan dikenakan tarif premi yang sama apabila berada pada kategori harga dan risiko yang identik," jelasnya.
Hal ini berbeda dengan skema kredit kendaraan yang sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga. Kenaikan BI Rate akan langsung mendorong naiknya bunga pinjaman, namun tidak mempengaruhi tagihan premi asuransi nasabah.
Bagi konsumen yang sedang membandingkan produk asuransi mobil, fokus utama bukanlah pada arah suku bunga acuan BI. Sebaliknya, perhatikan detail data kendaraan seperti tahun produksi—semakin baru, biasanya semakin rendah risikonya—dan wilayah operasional. Daerah dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi atau rawan banjir bisa membuat premi lebih mahal.
Profil pengguna juga menjadi pertimbangan serius. Pemilik kendaraan yang tercatat pernah mengajukan klaim berulang kali dalam setahun berpotensi mendapat penyesuaian tarif di tahun berikutnya. Sebaliknya, pengguna dengan catatan klaim bersih bisa menikmati premi yang lebih kompetitif.