KALIMANTAN SELATAN — Informasi ini pertama kali disebarluaskan oleh pembocor ternama Ice Universe melalui akun X miliknya pada Kamis (9/7/2026). Dalam unggahan singkatnya, ia menyatakan bahwa Galaxy Z Flip 8 kemungkinan besar akan menjadi produk lipat berukuran kecil terakhir buatan Samsung. Tidak ada penjelasan lebih lanjut dari sang leaker, namun pernyataan ini memperkuat laporan yang beredar sejak Mei 2026 bahwa Samsung telah membatalkan rencana pengembangan Galaxy Z Flip 9.
Keputusan ini sebenarnya sudah bisa ditebak dari tren pengembangan seri Z Flip dalam beberapa tahun terakhir. Alih-alih mendapatkan peningkatan besar, lini ponsel lipat vertikal ini nyaris hanya menerima upgrade kecil pada layar sampul (cover display). Sementara itu, sektor kamera dan baterai nyaris tidak berubah dari generasi ke generasi.
Di sisi lain, harga jual Z Flip terus merangkak naik. Padahal, biaya produksi ponsel secara umum juga ikut meningkat karena harga komponen seperti RAM dan storage yang melambung tinggi. Kombinasi antara stagnasi fitur dan kenaikan harga membuat minat pasar terhadap seri ini dipertanyakan. Samsung dinilai kurang memberikan perhatian serius pada lini Z Flip, seolah menjadikannya produk pelengkap di samping seri Z Fold yang lebih premium.
Dengan dihentikannya lini Z Flip, Samsung diprediksi akan mengalihkan seluruh sumber dayanya ke seri Galaxy Z Fold. Strategi ini semakin masuk akal mengingat Samsung kini memiliki varian Galaxy Z Fold Ultra dan Galaxy Z Fold Wide yang menawarkan pilihan lebih beragam bagi konsumen. Namun, konsekuensinya jelas: tidak akan ada lagi opsi ponsel lipat dengan harga lebih terjangkau dari Samsung.
Harga Galaxy Z Fold yang selama ini dikenal astronomis—jauh di atas Z Flip—menjadi hambatan besar bagi konsumen yang ingin mencoba pengalaman ponsel lipat dengan budget terbatas. Bagi pengguna Indonesia yang selama ini menanti kehadiran Z Flip dengan harga lebih ramah di kantong, kabar ini jelas menjadi pukulan telak.
Kabar baiknya, persaingan di segmen flip foldable belum sepenuhnya mati. Motorola masih aktif memproduksi lini Razr yang merupakan kompetitor langsung Galaxy Z Flip. Namun, belum ada jaminan apakah Motorola akan terus melanjutkan produksi dalam jangka panjang. Jika Samsung benar-benar hengkang, masa depan ponsel lipat vertikal akan bergantung sepenuhnya pada kesetiaan Motorola terhadap segmen ini.
Belum ada konfirmasi resmi dari Samsung mengenai nasib seri Z Flip. Namun, jika kabar ini benar, Galaxy Z Flip 8 yang dijadwalkan rilis pada tahun 2027 akan menjadi koleksi terakhir bagi para penggemar ponsel lipat model clamshell dari raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut.