KALIMANTAN SELATAN — Kepala daerah setempat, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, memastikan proses evakuasi balik telah rampung. Posko pengungsian di Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, kosong dan dapur umum resmi ditutup. “Sampai saat ini kita mendapatkan laporan semuanya sudah kembali ke rumahnya masing-masing sehubungan dengan tidak ada asap yang mengarah ke wilayah barat atau permukiman,” ujar Maesyal dalam keterangan yang diterima, Kamis (10/7).
Meski warga sudah kembali, proses pemadaman di lapangan belum berhenti. Petugas gabungan masih memfokuskan diri pada titik api yang tersisa di sektor barat TPA. Armada pemadam kebakaran, alat berat, dan helikopter water bombing masih dikerahkan untuk memastikan api benar-benar padam.
“Ada beberapa titik lagi yang harus kita padamkan,” kata Maesyal. Pemerintah kabupaten masih mewaspadai potensi perubahan arah angin yang bisa membawa kembali asap ke permukiman. “Kita berdoa juga supaya angin tidak terlalu kencang. Kalau angin terlalu kencang biasanya membawa asap sesuai dengan arah angin tersebut,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan pasca-pajanan asap, Bupati memastikan layanan medis tidak dihentikan. Petugas puskesmas akan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah (door to door) untuk memeriksa kondisi warga terdampak. “Untuk pemeriksaan kesehatan, masih terus dilakukan oleh petugas puskesmas untuk door to door ke rumah warga,” jelas Maesyal.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin yang menimbulkan asap pekat selama lebih dari sepekan sempat memaksa ratusan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kini, dengan kondisi asap yang mulai terkendali, aktivitas warga perlahan kembali normal meski kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca masih dijaga ketat oleh aparat setempat.