KALIMANTAN SELATAN — KAI Divre I Sumut mencatat peningkatan volume angkutan barang dari 358.584 ton pada semester I-2025 menjadi 387.895 ton di periode yang sama tahun ini. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengaitkan pertumbuhan ini dengan menggeliatnya roda ekonomi dan perdagangan internasional di provinsi tersebut.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut menunjukkan nilai ekspor daerah itu tumbuh 12,13 persen pada Januari-April 2026 dibanding tahun sebelumnya. Sektor industri menjadi motor utama dengan pertumbuhan ekspor 14,59 persen.
"Dengan pertumbuhan ekspor komoditas yang cukup besar, ini menjadi peluang bagi kereta api untuk terus mengembangkan layanan angkutan logistik guna memenuhi kebutuhan pasar yang meningkat," ujar Anwar dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).
Anwar menjelaskan, jalur kereta di Sumut kini terintegrasi langsung dengan simpul-simpul logistik utama. Mulai dari pabrik perkebunan kelapa sawit, kawasan ekonomi khusus (KEK), hingga pelabuhan. Kondisi ini membuat pergerakan komoditas via rel semakin efisien.
"Integrasi itu membuat pergerakan angkutan komoditas dengan kereta api menjadi semakin mudah dan efisien," tambahnya.
Selain kapasitas angkut besar, KAI juga menawarkan keunggulan lingkungan. Berdasarkan data UK Department of Business, Energy and Industrial Strategy (BEIS), pengiriman barang menggunakan kereta api menghasilkan emisi karbon 3,84 kali lebih rendah dibanding moda transportasi darat lain untuk rute yang sama.
"Kami mengajak pelaku usaha beralih ke kereta api. Selain efisien biaya dan tepat waktu karena bebas macet, ini juga kontribusi aktif menjaga kelestarian lingkungan," pungkas Anwar.
KAI Divre I Sumut optimistis tren pertumbuhan angkutan barang akan berlanjut seiring perbaikan infrastruktur dan meningkatnya permintaan logistik dari kawasan industri di Sumatera Utara.