AMUNTAI — Sepuluh kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) saling unjuk kemampuan dalam Lomba Masak Serba Ikan yang digelar di halaman Dinas Perikanan HSU. Ajang tahunan ini bukan sekadar kompetisi menu, melainkan bagian dari kampanye gemar makan ikan yang dikaitkan langsung dengan upaya pencegahan stunting.
Setiap kecamatan yang berpartisipasi menyajikan tiga kategori hidangan: menu balita, menu keluarga, dan kudapan sehat. Semua bahan baku wajib berasal dari ikan lokal kawasan HSU, mendorong peserta berpikir kreatif tanpa meninggalkan potensi sumber daya setempat.
Kecamatan Amuntai Tengah akhirnya dinobatkan sebagai juara umum. Prestasi ini disebut sebagai bukti inovasi para kader dalam menyukseskan program pemenuhan gizi masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten HSU, Murniati Sahrujani, yang membuka langsung acara tersebut, menegaskan bahwa lomba ini punya misi lebih dari sekadar kompetisi.
“Melalui lomba ini, selain berkompetisi dalam menyajikan menu lezat, juga mendorong peningkatan konsumsi ikan di masyarakat,” ujar Murniati.
Ia menambahkan bahwa variasi pengolahan menu bertujuan agar peserta mampu menciptakan hidangan sehat, bergizi seimbang, menarik, dan bernilai gizi tinggi. “Diharapkan masyarakat semakin gemar makan ikan sehingga tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan kuat,” tambahnya.
Lomba ini menjadi salah satu ujung tombak program pemenuhan gizi di HSU. Dengan menjadikan ikan sebagai bahan utama, pemerintah daerah berharap angka konsumsi protein hewani di kalangan balita dan ibu hamil meningkat.
Di Kalimantan Selatan, prevalensi stunting masih menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten/kota. Inovasi seperti lomba masak serba ikan dianggap sebagai pendekatan lunak yang efektif menjangkau ibu-ibu rumah tangga dan kader posyandu.
Kemenangan Amuntai Tengah dinilai menunjukkan keseriusan kader-kader di kecamatan tersebut dalam mengolah ikan lokal menjadi menu yang tak hanya lezat, tetapi juga ramah anak dan bergizi. Dinas Perikanan HSU berencana menjadikan menu-menu pemenang sebagai resep acuan yang bisa disosialisasikan ke posyandu dan PAUD di seluruh kecamatan.