KALIMANTAN SELATAN — Vivo melalui sub-brand iQOO resmi memperkenalkan iQOO Z11i di China. Ponsel ini sudah bisa dipesan melalui toko online Vivo China dan tersedia dalam tiga pilihan warna: Desert Gold, Mo Ying, dan Qingfeng.
Fitur paling menonjol dari iQOO Z11i adalah baterai 6.500 mAh. Kapasitas ini tergolong besar untuk ponsel entry-level dan menjanjikan daya tahan hingga dua hari pemakaian normal. Cocok untuk pengguna yang tidak ingin repot mengisi daya di tengah hari.
Sayangnya, detail mengenai dukungan fast charging belum disebutkan secara gamblang dalam materi rilis. Ini menjadi catatan penting karena baterai besar tanpa pengisian cepat bisa membuat waktu ngecas jadi lebih lama.
iQOO Z11i dibanderol mulai 1.199 Yuan (sekitar Rp 2,6 juta) untuk varian dasar. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan ponsel ini di Indonesia.
Mengingat iQOO cukup aktif memasarkan produknya di pasar Asia, termasuk Indonesia, bukan tidak mungkin Z11i akan menyusul masuk. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari iQOO Indonesia.
Dari spesifikasi yang dirilis, strategi iQOO cukup jelas: mengorbankan sektor kamera demi baterai besar. Kamera belakang 13 MP dan depan 5 MP sangat standar untuk kelas entry-level. Bukan pilihan ideal untuk penggemar fotografi.
Ponsel ini lebih cocok untuk pengguna yang butuh ponsel tahan lama untuk komunikasi, media sosial ringan, dan streaming. Atau sebagai perangkat kedua dengan prioritas baterai.
Jika iQOO Z11i masuk ke Indonesia, ia akan bersaing dengan ponsel-ponsel entry-level lain yang juga mengusung baterai besar seperti seri Infinix Hot atau Xiaomi Redmi. Keunggulan kompetitifnya ada pada chipset Snapdragon 4 Gen 2 yang terkenal lebih efisien dibanding pesaing di kelas yang sama.