BANJARBARU — Kepala DLH Kalsel Rahmat Prapto Udoyo menegaskan bahwa persoalan sampah di provinsi ini tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian. “Melalui KKN Tematik ini, mahasiswa diharapkan hadir sebagai agent of change yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumber,” ujarnya di Banjarbaru, Kamis (2/7/2026).
Rahmat menyebut angka timbulan sampah di Banjarbaru dan Tanah Bumbu sebagai alarm darurat. Data 2025 menunjukkan volume sampah di Banjarbaru setara 199 ton per hari, sementara Tanah Bumbu hanya selisih satu ton. “Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Sebelum diterjunkan, 534 mahasiswa menjalani pembekalan yang memadukan teori dan praktik. Materi yang diberikan mencakup kebijakan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), strategi penghitungan timbulan sampah, hingga kunjungan lapangan ke sejumlah fasilitas seperti PDU Guntung Paikat, Bank Sampah, TPS 3R, dan TPA Regional Banjarbakula.
“Dengan pembekalan ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman nyata mengenai sistem pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan sehingga mampu memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat secara lebih efektif,” ujar Rahmat.
KKN Tematik Lingkungan Hidup 2026 merupakan sinergi antara Pemprov Kalsel, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, dan ULM. Rahmat berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penyuluh, tetapi juga meninggalkan program berkelanjutan yang manfaatnya tetap dirasakan setelah KKN berakhir.
“Mereka harus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta meninggalkan program yang berkelanjutan,” pesan Rahmat kepada seluruh peserta.
Ia menambahkan, program ini juga mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular berbasis masyarakat, memperkuat peran bank sampah dan TPS3R, serta mengajak warga menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. “Melalui KKN ini akan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya.